Tak Lagi Hanya Pulau Jawa, Anak Muda Flores Timur Kini Dilirik untuk Kerja ke Jepang

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Kamis, 8 Mei 2025 | 19:00 WIB
Para calon tenaga kerja asal Flores Timur saat mengikuti sosialisasi magang kerja ke Jepang. (Foto/ Tarwan )
Para calon tenaga kerja asal Flores Timur saat mengikuti sosialisasi magang kerja ke Jepang. (Foto/ Tarwan )

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sekai Hikari Indonesia menyatakan komitmennya untuk melatih dan memberangkatkan pemuda dari Flores Timur untuk mengikuti program magang kerja ke Jepang.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur LPK Sekai Hikari Indonesia, Budiman, dalam kegiatan sosialisasi pelatihan kerja yang digelar di Aula Setda Flores Timur, Kamis (8/5/2025).

Budiman menjelaskan bahwa lembaga yang ia pimpin telah berdiri sejak 2006 di Kota Bekasi, Jawa Barat, dan telah melatih serta mengirim ribuan tenaga kerja ke Jepang, terutama di bidang perikanan dan industri.

Baca Juga: Pemkab Flotim Pastikan Tak Ada Kelangkaan Minyak Tanah, Soroti Permainan Oknum di Pangkalan

 

“Pada awalnya kami melatih tenaga kerja untuk bidang perikanan. Namun, sejak tahun 2010, atas permintaan pihak Jepang, kami mulai mengembangkan pelatihan di sektor industri,” ujar Budiman.

Ia menyebut, pandemi COVID-19 sempat menghentikan program pengiriman tenaga kerja selama dua tahun.

Namun, sejak 2022, program kembali berjalan dan hingga kini sekitar 450 peserta telah diberangkatkan ke Jepang.

Baca Juga: Dua Pria Asal Ile Boleng Ditangkap Satresnarkoba Polres Flores Timur

Kehadiran Budiman di Flores Timur menandai langkah awal pelatihan tenaga kerja dari wilayah timur Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa LPK Sekai Hikari Indonesia ingin memberikan kesempatan yang merata, termasuk bagi anak-anak muda dari daerah terpencil.

“Informasi soal pelatihan dan kerja ke Jepang sering kali hanya beredar di Pulau Jawa. Padahal, di daerah seperti Flores Timur pun banyak pemuda potensial. Ini menjadi awal kerja sama yang baik dalam meningkatkan sumber daya manusia,” katanya.

Baca Juga: Asap Hitam Mengepul, Hari Pertama Konklaf Berakhir Tanpa Paus Terpilih

Program pelatihan ini akan difokuskan pada 14 bidang pekerjaan yang dibutuhkan oleh dunia industri di Jepang.

Budiman menambahkan, peserta akan dibekali keterampilan teknis, disiplin, dan kemampuan bahasa Jepang yang menjadi syarat utama.

“Adik-adik harus siap dimulai dari nol. Tulisan Jepang tidak seperti alfabet Latin. Tidak ada abjad ABCD, tapi semuanya bisa dilalui kalau punya kemauan kuat,” tuturnya.

Baca Juga: Tradisi Tua di Tahta Suci: Mengapa Paus Tak Pakai Nama Asli?

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X