daerah

Bupati Flotim Apresiasi Semangat Nasionalisme Calon Paskibraka 2025

Rabu, 30 Juli 2025 | 18:34 WIB
Suasan Ddiklat) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Flores Timur tahun 2025 di Rumah Susun Union Keuskupan Larantuka, Rabu (30/7/2025). (Foto Elen Labina)

 

LARANTUKA, REPORTASENTT.COM– Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Flores Timur tahun 2025 di Rumah Susun Union Keuskupan Larantuka, Rabu (30/7/2025).

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen melalui Kepala Badan Kesbangpol Yitno Wada yang hadir mewakili dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi kepada 40 siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK se-Kabupaten Flores Timur yang telah lolos seleksi calon Paskibraka tahun ini.

“Saya menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi adik-adik sekalian yang telah memberi diri untuk mengikuti seleksi sejak 4 Februari hingga 15 Maret 2025, dan kini siap dibina serta dilatih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Flores Timur,” ujar Yitno dalam sambutannya.

Baca Juga: Kolaboratif, Akuntabel, Inovatif: DLH Flores Timur Rumuskan Langkah Nyata Menuju Lompatan Jauh Flores Timur

Menurutnya, keputusan para siswa untuk mengikuti seleksi hingga tahap pemusatan latihan bukanlah keputusan biasa atau karena paksaan, tetapi lahir dari sikap patriotisme dan nasionalisme yang kuat.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya soal fisik yang prima, tetapi juga membutuhkan fondasi kebangsaan yang kokoh. Ini adalah bentuk nyata dari rasa cinta terhadap tanah air,” katanya.

Yitno juga mengingatkan bahwa anggota Paskibraka memiliki peran penting dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.


Baca Juga: Bikin Thailand dan Kamboja Damai, Anwar Ibrahim Dapat Pujian Khusus dari Prabowo

Oleh karena itu, para peserta diharapkan tidak hanya unggul secara jasmani, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Nilai-nilai seperti ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedisiplinan, gotong royong, dan semangat kekeluargaan harus diterapkan selama masa pelatihan dan dibawa ke tengah masyarakat. Inilah dasar untuk menjadi pemimpin masa depan dan penerus estafet pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Kepada para pelatih, pembina, fasilitator, dan narasumber, Ia berpesan agar mendampingi peserta dengan pendekatan yang humanis, penuh keakraban dan kekeluargaan.


Baca Juga: BKN Pastikan Tenaga Non-ASN Tak Terabaikan, Ini Skema PPPK Paruh Waktu yang Baru

“Berikan rasa nyaman, rangkul mereka, dan pastikan setiap peserta merasa diterima serta diperlakukan secara baik. Ini penting agar pelatihan berjalan maksimal dan penyelenggaraan apel bendera nantinya sukses,” tutupnya.

Tags

Terkini