Selain proyek strategis, terdapat 302 paket pekerjaan konstruksi senilai Rp 104,67 miliar yang dikelola oleh 10 OPD.
Rata-rata progres fisik paket konstruksi tersebut mencapai 69,55 persen dengan realisasi keuangan 57,47 persen.
Paket Tertunda dan Dilanjutkan 2026
Pemerintah daerah juga mencatat sejumlah paket pekerjaan tidak dapat dilaksanakan pada 2025 akibat kendala perencanaan, keterbatasan anggaran, serta waktu pelaksanaan.
Selain itu, terdapat 36 paket pekerjaan yang akan dilanjutkan ke Tahun Anggaran 2026 atau carry over, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan.
Evaluasi Penyedia Jasa
Anton menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa yang progres fisiknya berada di bawah 50 persen.
Baca Juga: Totalitas Ronal Sambi, Air Mata Mengalir Usai Cetak Gol untuk Persebata