REPORTASENTT.COM, ADONARA- Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, meresmikan Dapur SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri Romo Pastor Paroki Waiwadan, pimpinan SPPG Korwil, perwakilan Yayasan Fernando Bersaudara Waiwadan, Kepala Desa, Babinsa, relawan SPPG, aktivis dapur dari wilayah lain, serta masyarakat Desa Waiwadan.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Doni Dihen mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut dapur MBG Waiwadan sebagai dapur MBG generasi pertama di Flores Timur.
Baca Juga: Belum Berbuah Hasil, Basarnas Tambah 3 Hari Operasi SAR Korban KM Putri Sakinah
“Awalnya hanya empat sampai lima dapur, hari ini sudah tujuh dapur yang berjalan dari jatah Flores Timur. Ke depan jumlahnya akan bertambah hingga sekitar tiga puluhan, termasuk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” kata Anton.
Anton menjelaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak.
“Awalnya memang ada keraguan, kenapa urusan makan harus diurus negara. Tapi dalam perjalanan kita sadar, persoalan gizi anak ini sangat krusial. Angka stunting di daerah kita masih cukup tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Tangis Pecah Istri Pelatih Valencia CF Saat Salah Satu Jenazah Dievakuasi di Labuan Bajo
Ia menegaskan, pemenuhan gizi sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan anak, sangat menentukan pertumbuhan otak dan kualitas generasi mendatang.
“Anak-anak sekolah juga membutuhkan makanan bergizi agar tumbuh sehat dan siap menghadapi Indonesia Emas,” tambahnya.
Bupati juga mengapresiasi kesiapan Dapur SPPG Waiwadan yang telah memenuhi standar kesehatan sesuai penjelasan pihak Puskesmas. Ia berharap penyelenggaraan MBG dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Baca Juga: Di Balik Tragedi KM Putri Sakinah: Labuan Bajo Dinilai Gagal Jamin Keselamatan Wisatawan
Selain berdampak pada kesehatan, Anton menilai program MBG juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Ia mendorong para investor lokal, khususnya anak muda Flores Timur, untuk terlibat agar dana dari pemerintah pusat dapat berputar di daerah.