“Desa-desa sudah dikoordinasikan untuk menyediakan bahan baku. Baru tujuh dapur saja kita sudah kekurangan bahan pangan. Kalau nanti ada tiga puluhan dapur, ini akan membuka peluang ekonomi besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Anton berharap dapur MBG Waiwadan dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab demi kesehatan anak-anak Flores Timur.
Baca Juga: Dari 7 Hektare Jadi 5 Hektare, Ini Alasan Lahan Kampung Nelayan Flores Timur Belum Dibayar
“Kita bersyukur dengan adanya program MBG ini. Semoga pelayanan kepada anak-anak kita berhasil dan membawa masa depan Flores Timur yang lebih baik,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Realisasi PAD Flores Timur 2025 Capai Rp 68,55 Miliar, Naik 22,86 Persen
Dari PUPR hingga Pertanian: Menguak Kinerja OPD Terbesar Pemkab Flores Timur
Menyisir Padar hingga Rinca, Ini Fokus Baru Pencarian 3 WNA Spanyol di Hari ke-7 di Labuan Bajo
Penyidikan Kecelakaan KM Putri Sakinah Berlanjut, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Belum Berbuah Hasil, Basarnas Tambah 3 Hari Operasi SAR Korban KM Putri Sakinah