“Desa-desa sudah dikoordinasikan untuk menyediakan bahan baku. Baru tujuh dapur saja kita sudah kekurangan bahan pangan. Kalau nanti ada tiga puluhan dapur, ini akan membuka peluang ekonomi besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Anton berharap dapur MBG Waiwadan dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab demi kesehatan anak-anak Flores Timur.
Baca Juga: Dari 7 Hektare Jadi 5 Hektare, Ini Alasan Lahan Kampung Nelayan Flores Timur Belum Dibayar
“Kita bersyukur dengan adanya program MBG ini. Semoga pelayanan kepada anak-anak kita berhasil dan membawa masa depan Flores Timur yang lebih baik,” pungkasnya.