“Bunyinya seperti pesawat tempur. Dalam beberapa detik saja rumah sudah rata tanah,” kata Lidwina.
Sejumlah warga terdampak terpaksa mengungsi sementara dan bermalam di rumah kerabat serta tetangga terdekat.
Lurah Bello Robynson E. Lona menyampaikan hasil pendataan sementara mencatat 35 rumah terdampak, dengan tiga warga mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Johanis Asadoma mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
“Kami melihat langsung rumah warga dan gereja yang rusak. Ada yang atapnya terangkat, ada juga yang rata dengan tanah. Pemerintah akan menyiapkan bantuan yang bisa segera diberikan,” kata Johanis.
Ia menyebut pemerintah provinsi menyiapkan dukungan melalui program rumah layak huni bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Tanah Longsor di Lambaleda- Manggrai Timur, Tim SAR Hadapi Cuaca Ekstrem dan Medan Sulit
Wakil gubernur juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi peringatan dini dari BMKG.