daerah

Bentrok Berulang di Postoh dan Amagarapati, Pemda Flores Timur Siapkan Sumpah Adat dan Wajib Militer

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:30 WIB
Aparat keamanan berjaga di perbatasan Kelurahan Postoh dan Amagarapati usai bentrok warga yang menyebabkan kemacetan dan sejumlah korban luka. (Foto ist)

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Konflik sosial antara Kelurahan Postoh dan Kelurahan Amagarapati, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, kembali pecah pada Rabu (18/2/2026).

Insiden tersebut memicu kemacetan dan menyebabkan sejumlah warga harus menjalani perawatan akibat lemparan batu.

Situasi keamanan di Kota Larantuka pun sempat terganggu. Bentrok yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir itu tidak hanya berdampak pada dua kelurahan, tetapi juga meresahkan warga di wilayah sekitar.

 

Baca Juga: Bayang-bayang “Joker” dan Dugaan Sindikat Baru: TPPO Sikka Belum Tuntas



Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, bersama Wakil Bupati Ignasius Boli Uran memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), para lurah, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dari kedua kelurahan di ruang rapat bupati, Kamis (20/2/2026).



Dalam rapat itu, pemerintah daerah mendorong penyelesaian konflik melalui mekanisme adat dengan melibatkan Lembaga Pemangku Adat (LPA).

 

Opsi sumpah adat kembali mengemuka, merujuk pada hasil rapat Forkompimda pada 30 Januari 2026.

 

Baca Juga: Di Tengah Jerat TPPO, Polres Sikka Datangi Rumah Perlindungan Korban



Lurah dan tokoh adat dari kedua wilayah mengingatkan, sumpah adat pernah dilakukan pada 2016 untuk meredam konflik serupa.

Namun, ketegangan kembali muncul dan berlarut-larut sehingga diperlukan langkah serupa secara internal dan kolektif.

Sebelumnya, tim Pengamanan Swakarsa telah dibentuk guna mencegah bentrok susulan. Akan tetapi, upaya tersebut dinilai belum efektif karena insiden masih terjadi dengan intensitas meningkat.

 

Baca Juga: Menuju Pengisian Jabatan Berbasis Talenta, Tiga Daerah Siap Terapkan SIMATA BKN

Kapolres Flores Timur, Aditya Octorio, dalam kesempatan yang sama menyampaikan aparat akan terus memperkuat pengamanan di wilayah rawan konflik.

Halaman:

Tags

Terkini