Karena menurut mereka, keluarga almarhum juga sangat ingin mengetahui hasil tersebut.
Baca Juga: Kejadian di Australia, Uskup Ditikam Saat Misa di Gereja
"Kita juga mempertanyakan status BLUD RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka. Karena menurut investasi kami, tindakannya betul sampai ke masyarakat bawah," kata ketua PMKRI Cabang Larantuka Bernadus Besi Koten.
Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Flotim, Yulius Ninu Badin mengatakan, benang merah yang ditemukan pada kasus kematian Novi Uba Soge dan bayinya di RSUD Larantuka, diduga murni kelalaian para petugas medis.
"Sangat disayangkan pihak RS lebih mengutamakan administrasi ketimbang nyawa manusia," kata Yulius Badin.
Baca Juga: DPC Partai Demokrat Flores Timur Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil
Ia juga menduga ada hal- hal yang disembunyikan oleh pemerintah sehingga belum diumumkan hasil audit tersebut.
"Tujuan aksi kami hari ini juga untuk mendapatkan klarifikasi. Bahwa kami mendengar kabar, bahwa dokumen itu sudah ditangan Penjabat Bupati," katanya.
Setelah melakukan aksi di halaman kantor Bupati Flores Timur, masa bertolak ke gedung DPRD Flotim untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka disana.