REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Salah unit mobil damkar milik Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Flores Timur (Flotim) turut mengamankan aksi unjuk rasa oleh aliansi cipayung yang terdiri dari PMKRI Cabang Larantuka dan GMNI Flotim, Selasa (16/4/2024).
Dalam aksi tersebut, masa aksi membakar ban karena ingin menagih hasil audit atas meninggalnya salah seorang ibu dan bayi pada saat melahirkan di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka pada Sabtu 16 Maret 2024 lalu, oleh pihak RSUD melalui Pemerintah kabupaten Flores Timur.
Pantauan media ini di halaman kantor Bupati Flores Timur, pada saat membakar ban, Satpol PP sempat melarang untuk tidak membakar di halaman kantor.
Baca Juga: Man City Pernah Tersandung dalam Perburuan Gelar Terhebat Sepanjang Masa
Namun dalam orasinya, Bernadus Besi Koten ketua PMKRI Cabang Larantuka meminta agar Satpol PP untuk tidak menghalangi aksi mereka.
Ada tiga ban yang ditumpuk lalu disiram bensin sebelum dibakar. Setelah api menyala, asap hitam pun langsung membubung.
Angin yang bertiup dari timur membuat asap hitam bakaran ban menyebar ke jalan area kantor Bupati,
Massa aksi yang membakar ban itu berteriak-teriak menyerukan tuntutan demonstrasi.
Pada tuntutan mereka lainnya adalah meminta Penjabat Bupati Flores Timur untuk menemui mereka.
Satpol PP terus berupaya untuk memadamkan api itu, namun lagi- lagi dihalangi oleh masa cipayung.
"Aneh, pada saat kebakaran di Larantuka, mobil damkar ini selalu telat datang. Giliran kita aksi begini mobil damkar tetap siaga," teriak orator aksi.
Untuk diketahui, aksi cipayung ini di gelar menuntut agar hasil audit maternal perinatal (audit sebab kematian ibu dan bayi) segera di sampaikan ke masa aksi.
Artikel Terkait
TNI AL Kerahkan KRI Escolar- 871 Amankan Pelaksanaan Semana Santa di Larantuka
Prosesi Laut, Ribuan Pesiarah Antar Tuan Yesus Tersalib Menuju Pantai Kuce Larantuka
Hadirkan Herman Fernandez di Larantuka, Sekda Pedo: Wujudkan Sebagai Pahlawan Nasional
Tersinggung Postigan 'Harga Murah' di Medsos, Seorang Gadis di Larantuka Dikeroyok dalam Kos
Tarian Kahe Keang dari Sikka Pukau Penonton pada Malam Puncak Festival Bale Nagi di Larantuka