REPORTASENTT.COM,ADONARA- Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menyisakan kenangan pilu.
Di bawah langit biru, rumah-rumah yang pernah menjadi tempat tinggal penuh canda tawa kini hanya meninggalkan arang dan abu.
Serangan dari Desa Ilepati pada Senin dini hari, telah merampas ketenangan, membakar tidak hanya bangunan, tetapi juga harapan.
Personel Polri, dibantu oleh TNI, bersama warga yang masih berduka, bergotong royong membersihkan puing-puing.
Personel Polri, dibantu oleh TNI, bersama warga yang masih berduka, bergotong royong membersihkan puing-puing.
Di antara reruntuhan, tercium aroma hangus yang menyayat hati, dan suara sekop yang menghantam sisa-sisa dinding yang roboh menyatu dengan isak tangis lirih.
Warga yang kehilangan tempat tinggal tak bisa menyembunyikan kesedihan, namun tetap berusaha tegar, setiap tangan yang bekerja adalah harapan, meski kecil, untuk membangun kembali dari sisa kehancuran.
Atap-atap yang hangus melingkari tanah, puing-puing berserakan, seperti saksi bisu dari amarah yang membakar.
Kegiatan pembersihan dipimpin oleh Kapolsek Adonara Barat, IPDA Januardana Rambi, pada Selasa pagi (22/10/2024).
Gerakan pembersihan yang mereka pimpin bukan sekadar usaha mengangkat puing, tetapi juga membangkitkan semangat yang tertunduk.
Dengan langkah mantap, IPDA Januardana Rambi mengimbau warga Bugalima untuk tidak terprovokasi, menegaskan bahwa keadilan tidak akan ditentukan oleh amarah, tetapi oleh hukum yang akan berjalan.
Dalam sunyi yang ditinggalkan, masyarakat Bugalima diminta tetap tenang, sementara api dendam perlahan dipadamkan oleh kesabaran.
Hati mereka mungkin terluka, namun IPDA Januardana Rambi berharap bara itu tak akan menyala lagi, karena, di bawah langit yang kelabu, harapan akan tetap menyala meski dalam abu.
"Kegiatan pembersihan puing rumah ini dilakukan untuk mendampingi warga yang rumahnya terbakar akibat kejadian kemarin. Kami hadir untuk membantu dan memastikan warga merasa didampingi setelah insiden pembakaran rumah yang terjadi pada Senin (21/10)," ujar Kapolsek Januardana.
Baca Juga: Selama Sepekan, Sebanyak 131 Preman yang Resahkan Masyarakat Dijaring Polisi
Selain pembersihan, personel TNI-Polri juga menyambangi warga yang terdampak guna memastikan kondisi mereka dan memberikan dukungan moral.
Selain pembersihan, personel TNI-Polri juga menyambangi warga yang terdampak guna memastikan kondisi mereka dan memberikan dukungan moral.
Kapolsek menegaskan bahwa pihak keamanan terus berusaha menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga pasca kejadian konflik.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar semua permasalahan diserahkan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Tidak perlu ada tindakan kekerasan atau balasan, biarkan hukum yang berjalan," tegas IPDA Januardana saat ditemui di Desa Bugalima.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar semua permasalahan diserahkan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Tidak perlu ada tindakan kekerasan atau balasan, biarkan hukum yang berjalan," tegas IPDA Januardana saat ditemui di Desa Bugalima.
Baca Juga: Pegawai Honorer di Bima Ditangkap Polisi: Kronologi Mengejutkan di Balik Kasus Ini!
Hingga saat ini, situasi di Desa Bugalima dan desa-desa sekitarnya di Kecamatan Adonara Barat dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Hingga saat ini, situasi di Desa Bugalima dan desa-desa sekitarnya di Kecamatan Adonara Barat dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Aparat keamanan terus berpatroli dan melakukan pendekatan persuasif kepada warga untuk menjaga ketenangan di wilayah tersebut.