Selain kasus kriminalitas, Kapolda juga menyampaikan penanganan bencana alam, termasuk letusan Gunung Lewotobi di Flores Timur yang menyebabkan ribuan warga mengungsi.
“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, dan Basarnas terus berupaya memberikan bantuan kepada para pengungsi. Namun, mitigasi lebih lanjut diperlukan untuk menghadapi potensi erupsi di tahun mendatang,” jelasnya.
Baca Juga: Langkah Besar Jelang Natal: Apa yang Diungkap Kapolri Soal Pembubaran JI?
Gangguan ketertiban masyarakat, seperti demonstrasi terkait dinamika politik sepanjang tahun 2024, juga menjadi perhatian.
“Kami mengapresiasi masyarakat NTT yang tetap menjaga ketertiban saat menyampaikan pendapat di muka umum, meskipun ada sedikit kesalahpahaman di lapangan,” tambahnya.
Kapolda juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri.
Baca Juga: Aksi Nekat! Pelaku Bobol Toko Lewat Atap Saat Tutup, Terekam CCTV
Beberapa anggota Polda NTT telah mengikuti pendidikan formal dan pelatihan kejuruan, termasuk pelatihan di Lemhannas, untuk meningkatkan profesionalisme. Namun, tindakan tegas tetap diberikan kepada anggota yang melanggar aturan.
“Ada anggota yang diberhentikan secara tidak hormat karena pelanggaran serius. Kami tidak akan mentolerir tindakan yang mencederai integritas Polri,” tegas Kapolda.