Danantara Fasilitasi Kerja Sama Strategis Pertamina dan PLN Kembangkan Energi Panas Bumi

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:04 WIB
Danantara Indonesia fasilitasi kolaborasi strategis Pertamina dan PLN kembangkan energi panas bumi untuk mendukung transisi energi bersih nasional. (Foto/ ist)
Danantara Indonesia fasilitasi kolaborasi strategis Pertamina dan PLN kembangkan energi panas bumi untuk mendukung transisi energi bersih nasional. (Foto/ ist)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui PT Danantara Asset Management (Persero) memfasilitasi kolaborasi strategis antara PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dalam pengembangan energi panas bumi untuk pembangkit listrik.

Kerja sama ini menjadi bagian dari agenda ketahanan energi nasional dan akselerasi transisi menuju energi bersih.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (5/8) di Jakarta, yang menetapkan kerangka awal kolaborasi.

Baca Juga: Polresta Kupang Kota Kerahkan 404 Personel Amankan Aksi Damai Cipayung Plus


Selanjutnya, para pihak akan merumuskan dokumen kerja sama resmi.

Inisiatif ini mendukung pencapaian Kebijakan Energi Nasional, Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030, serta target Net Zero Emission 2060.

Energi panas bumi diposisikan sebagai salah satu sumber energi baru dan terbarukan yang berkelanjutan dalam kerangka strategi nasional.


Baca Juga: Suster Yasinta Kelara Labina: Dari Pelosok Flores Timur, Menjadi Pelita Iman di Tanah Suci Roma

Kerja sama antara PLN melalui PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dituangkan dalam Head of Agreements, serta diperkuat melalui Consortium Agreement untuk dua proyek strategis: Ulubelu Bottoming Unit di Lampung dan Lahendong Bottoming Unit di Sulawesi Utara.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan pengembangan panas bumi merupakan langkah strategis menuju ekonomi rendah karbon dan kemandirian energi nasional.

“Kami berkomitmen memastikan pengelolaan aset strategis dilaksanakan secara akuntabel dan profesional. Kolaborasi lintas BUMN ini mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan keberlanjutan,” ujarnya.


Baca Juga: Andre Taulany Hadiri Sidang Cerai, Tegas Tolak Libatkan Anak

Kolaborasi ini mencakup optimalisasi skema kerja sama, pemanfaatan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), pelaksanaan studi kelayakan teknis dan komersial, serta pembentukan Joint Committee sebagai forum koordinasi.

Sebanyak 19 proyek eksisting dengan kapasitas sekitar 530 MW akan diakselerasi melalui sinergi operasional.

Selain itu, pengembangan tambahan ditargetkan di area prospektif baru, dengan potensi kapasitas mencapai 1.130 MW dan estimasi nilai investasi hingga USD 5,4 miliar.

Baca Juga: Dikira Liburan, Eh Diciduk! Buron Curanmor Tertangkap Saat Numpang Nginap

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X