Kelapa Flores Timur Tak Mau Lagi Jadi Penghias Pasar Tradisional, Kini Mulai Dilirik Industri

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 12:38 WIB
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen memimpin rapat koordinasi hilirisasi kelapa bersama PT Prima Coco Sejahtera di Aula Bapperida Flores Timur, Kamis.
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen memimpin rapat koordinasi hilirisasi kelapa bersama PT Prima Coco Sejahtera di Aula Bapperida Flores Timur, Kamis.

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur mempercepat pengembangan hilirisasi kelapa guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperluas peluang kerja masyarakat desa.

Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama PT Prima Coco Sejahtera yang berlangsung di Aula Bapperida Flores Timur, Kamis (8/5).

Rapat dipimpin Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, pelaku usaha muda, kelompok usaha binaan YPPS Flores Timur, serta pihak perbankan.

 

Baca Juga: Pemuda Asal Alor dan Kupang Ribut di Denpasar, Dipicu Salah Paham usai Cekcok di Pantai Sanur



PT Prima Coco Sejahtera merupakan perusahaan berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, yang memproduksi cocopeat berstandar ekspor internasional.

Perusahaan tersebut juga mengembangkan berbagai produk turunan kelapa bernilai ekonomi tinggi, mulai dari olahan daging kelapa hingga tempurung.

Bupati Antonius Doni Dihen menilai kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah setelah jambu mete.

 

Baca Juga: Vario Milik Pelajar di Reok Dicuri, Ditukar dengan Supra dan Tambahan Rp600 Ribu, FD Akhirnya Diamankan di Polres Manggarai

 

Pemerintah daerah saat ini mulai mendorong pembentukan plasma kelapa di sejumlah wilayah produksi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri.

“Kalau kita bisa mendapatkan 50 plasma dan dikembangkan, maka akan lahir 50 wirausahawan baru. Satu plasma bisa mempekerjakan dua sampai tiga orang sehingga peluang kerja ikut bertambah,” kata Anton Doni dalam rapat tersebut.

Menurut dia, hilirisasi kelapa tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru berbasis potensi lokal.

 

Baca Juga: Rusak Hutan Lindung demi Emas, Tiga Penambang Ilegal Diciduk di Sumba Timur

 

Pemerintah daerah juga mulai membuka akses pembiayaan bersama Bank NTT bagi pelaku usaha muda yang akan terlibat dalam pengembangan industri kelapa.

Dukungan permodalan dinilai penting agar pengusaha lokal memiliki kemampuan membangun usaha pengolahan kelapa secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar industri.

Direktur PT Prima Coco Sejahtera, Chris Tan Heryanto, menjelaskan perusahaan saat ini tidak hanya fokus memproduksi cocopeat, tetapi juga mengembangkan berbagai produk turunan kelapa yang memiliki daya saing pasar.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X