REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Maria Yunita (36), seorang ibu hamil asal Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya di IGD RSUD TC Hillers Maumere, Rabu malam (9/4/2025).
Kematian tragis ini kembali menyoroti masalah klasik di rumah sakit rujukan se-daratan Flores, ketiadaan dokter anestesi.
Yunita yang mengalami sesak napas dan hendak melahirkan sempat dirujuk dari Puskesmas Beru ke RSUD TC Hillers sekitar pukul 16.00 Wita.
Baca Juga: Uni Eropa Tangguhkan Tarif Balasan untuk AS Selama 90 Hari: Damai Dagang atau Jeda Sebelum Badai?
Namun, harapan keluarga untuk menyaksikan kelahiran bayi mereka berubah menjadi duka mendalam karena proses penanganan medis terhambat absennya dokter anestesi.
“Kami bingung, katanya mau dirujuk ke Larantuka, lalu ke Bajawa, terus ke Lembata, dan terakhir ke RS St. Gabriel Kewapante. Tapi semuanya batal. Tidak ada kepastian,” tutur Yanto Gonde, kerabat almarhumah, saat ditemui di rumah duka pada Kamis (10/4).
Menurut Yanto, almarhumah sempat dipersiapkan untuk operasi di Kewapante, bahkan disuruh puasa. Namun, operasi batal karena alasan fasilitas tidak memadai.
Baca Juga: Karpet Biru untuk Prabowo: Sambutan Tak Biasa dari Presiden Erdoğan
“Waktu itu kami sudah lega, tapi ternyata batal lagi. Akhirnya, dia meninggal tanpa sempat dioperasi,” tambahnya, dikutip dari Florespos.net.
Tragedi ini bukan yang pertama. Awal Januari lalu, seorang ibu hamil dari Kecamatan Nita dan bayinya juga meninggal karena kasus serupa.
Beberapa pekan kemudian, seorang pasien laki-laki meninggal setelah ususnya pecah karena operasi yang tertunda akibat ketiadaan dokter anestesi.
Artikel Terkait
Sikap Tidak Profesional Oknum Polisi Polres SBD Jadi Sorotan Saat Dikonfirmasi Wartawan
Polisi Ungkap Motif Dokter Residen yang Bius dan Perkos4 Anak Pasien di RSHS, Diperkuat Pemeriksaan Forensik
Ada Apa dengan Partisipasi Pemilih di Flotim? Ketua KPU Ungkap Temuan Mengejutkan dari Hasil Riset Pilkada 2024
Bupati Flotim Dukung Evaluasi Ilmiah Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada 2024
Karpet Biru untuk Prabowo: Sambutan Tak Biasa dari Presiden Erdoğan
Uni Eropa Tangguhkan Tarif Balasan untuk AS Selama 90 Hari: Damai Dagang atau Jeda Sebelum Badai?