Pemerintah Daerah Ambil Langkah
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengaku prihatin dan segera mengambil langkah darurat.
Dalam pernyataannya, ia menyebutkan telah menjalin koordinasi dengan RS St. Gabriel Kewapante dan Pemkab Nagekeo untuk meminjam dokter anestesi secara sementara.
“Pagi ini saya sudah kirim berita ke Dirjen Kemenkes. Responnya positif dan mereka akan segera tindak lanjuti,” kata Bupati Juventus, Kamis (10/4).
Baca Juga: 27 Pemain Dipanggil Perkuat PERSEFTIM Flores Timur di Liga 4 Seri Nasional
Ia juga menyebutkan dua dokter dari Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) Kemenkes dijanjikan akan dikirim dalam waktu dekat.
Namun, ia mengakui, solusi jangka panjang juga harus ditempuh.
“Kami akan sekolahkan anak-anak muda dari Sikka menjadi dokter anestesi. Tapi ini butuh waktu dan komitmen,” ujarnya.
Soal dua dokter anestesi yang sebelumnya dibantu Pemda untuk pendidikan, salah satunya disebut masih terikat masa bakti, sementara yang lain telah mengundurkan diri sebagai ASN.
Kapan Ini Akan Berakhir?
Kematian Yunita dan bayinya menambah daftar panjang korban sistem kesehatan yang pincang. RSUD TC Hillers, yang berstatus rumah sakit rujukan regional, kini dipertanyakan kredibilitas dan kelayakannya.
Tanpa kehadiran dokter anestesi, operasi – termasuk persalinan darurat, hanyalah ilusi medis yang mengorbankan nyawa.
Artikel Terkait
Sikap Tidak Profesional Oknum Polisi Polres SBD Jadi Sorotan Saat Dikonfirmasi Wartawan
Polisi Ungkap Motif Dokter Residen yang Bius dan Perkos4 Anak Pasien di RSHS, Diperkuat Pemeriksaan Forensik
Ada Apa dengan Partisipasi Pemilih di Flotim? Ketua KPU Ungkap Temuan Mengejutkan dari Hasil Riset Pilkada 2024
Bupati Flotim Dukung Evaluasi Ilmiah Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada 2024
Karpet Biru untuk Prabowo: Sambutan Tak Biasa dari Presiden Erdoğan
Uni Eropa Tangguhkan Tarif Balasan untuk AS Selama 90 Hari: Damai Dagang atau Jeda Sebelum Badai?