Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Kader PSI Langsung Terbang ke Solo: Saya Minta Maaf ke Ayah Gibran

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 23 Mei 2025 | 16:56 WIB
Dian Sandi Utama. (Foto tangkapan layar  Instagram Keadilan TV.)
Dian Sandi Utama. (Foto tangkapan layar Instagram Keadilan TV.)

 

REPORTASENTT.COM, SOLO- Langkah mengejutkan dilakukan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, usai pernyataan resmi dari Bareskrim Polri yang menegaskan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tak menunggu lama, Dian langsung terbang dari Jakarta ke Solo untuk menemui Jokowi secara pribadi dan menyampaikan permintaan maaf.

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu disebut Dian sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas unggahan dokumen ijazah Jokowi yang sempat ia bagikan tanpa izin dan menimbulkan kehebohan publik.

Baca Juga: Perpres Perisai Jaksa Resmi Diteken Prabowo, Polri-TNI Siap Kawal! Ini Isi Lengkapnya

"Saya datang langsung dari Jakarta ke sini setelah pengumuman dari Bareskrim. Saya ingin meminta maaf kepada Bapak karena telah memposting ijazah beliau tanpa izin," kata Dian kepada wartawan usai pertemuan, Kamis (22/5/2025).

Respons Jokowi? Tak disangka, Presiden ke-7 RI itu disebut menerima permintaan maaf Dian dengan tenang dan tanpa kemarahan sedikit pun.

"Alhamdulillah, Bapak tidak apa-apa. Beliau juga mengatakan bahwa memang itu ijazah asli yang dipunyai beliau, sesuai dengan yang saya posting," lanjut Dian.

Baca Juga: Bongkar Ijazah Jokowi! Bareskrim Polri Akhirnya Buka Suara Soal Hasil Forensik Mengejutkan!

Kedatangan Dian ini bukan tanpa alasan.

Ia mengaku merasa bersalah dan ingin meluruskan niatnya, yang menurutnya semata-mata demi kejelasan, bukan untuk mempermalukan siapa pun.

"Saya lebih tenang setelah mendapatkan maaf langsung. Niat saya memang tidak pernah buruk, hanya ingin semuanya terang dan selesai," ungkapnya.

Baca Juga: Anggota DPRD DKI Dituding Peras Dinas Demi Judi Sabung Ayam, Tantang Balik dengan Rp100 Juta!

 

Dian juga berharap penyelidikan terhadap dirinya bisa segera dihentikan menyusul klarifikasi dari pihak kepolisian.

"Yang di Mabes sama Bareskrim kan sudah jelas, semoga proses hukumnya bisa dihentikan. Kalau yang di Polda Metro Jaya, saya belum bisa komentar," ucapnya.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X