Dosen–Imam dan Ruang Bimbingan yang Terkunci: Mengurai Dugaan Pelecehan Seksual di Unika Ruteng

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Sabtu, 29 November 2025 | 08:32 WIB
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

 

 

 

 

REPORTASENTT.COM, RUTENG – Di sebuah ruang bimbingan akademik di lantai fakultas, pintu itu selalu tertutup rapat. Di baliknya, seorang mahasiswi Universitas Katolik St. Paulus Ruteng menyimpan ketakutan yang tak pernah ia bayangkan sebagai bagian dari hidup perkuliahannya.

 

Relasi akademik yang mestinya menjadi ruang aman berubah menjadi wilayah sunyi penuh tekanan ketika seorang dosen, yang juga imam Katolik, diduga mengaburkan batas etik profesinya.
Dosen berinisial ILS itu, menurut laporan internal kampus, mulai mengirim pesan bernada mesra kepada mahasiswinya: “my sweet honey”, “my darling”, hingga “sayang”.

 

Baca Juga: OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa

 

Temuan awal psikolog kampus menyebut komunikasi itu berlanjut menjadi tindakan fisik saat korban berada di ruang dosen, ruang yang pintunya selalu tertutup.

Narasi yang selama berbulan-bulan hanya berputar dalam kepala sang mahasiswi, dalam sejumlah laporan disebut “Christina”, akhirnya pecah. Diam-diam ia mencari pertolongan.

 

Laporan Rahasia yang Mengguncang Kampus Katolik

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X