REPORTASENTT.COM, RUTENG – Di sebuah ruang bimbingan akademik di lantai fakultas, pintu itu selalu tertutup rapat. Di baliknya, seorang mahasiswi Universitas Katolik St. Paulus Ruteng menyimpan ketakutan yang tak pernah ia bayangkan sebagai bagian dari hidup perkuliahannya.
Relasi akademik yang mestinya menjadi ruang aman berubah menjadi wilayah sunyi penuh tekanan ketika seorang dosen, yang juga imam Katolik, diduga mengaburkan batas etik profesinya.
Dosen berinisial ILS itu, menurut laporan internal kampus, mulai mengirim pesan bernada mesra kepada mahasiswinya: “my sweet honey”, “my darling”, hingga “sayang”.
Baca Juga: OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa
Temuan awal psikolog kampus menyebut komunikasi itu berlanjut menjadi tindakan fisik saat korban berada di ruang dosen, ruang yang pintunya selalu tertutup.
Narasi yang selama berbulan-bulan hanya berputar dalam kepala sang mahasiswi, dalam sejumlah laporan disebut “Christina”, akhirnya pecah. Diam-diam ia mencari pertolongan.
Laporan Rahasia yang Mengguncang Kampus Katolik
Artikel Terkait
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Dijadwalkan Kunjungi Flores Timur, Pengamanan Jalur Diperketat
Flores Timur Mulai Sesuaikan Nomenklatur dan Kelas Jabatan PNS, Berlaku untuk SKP 2026
Gara- gara Rokok Hilang di Rumah Guru, Siswa SMK Negeri 1 Borong Pilih Lapor Polisi
Fraksi Nasdem Soroti Penurunan Pendapatan dan Minta TPP ASN Flotim Disetarakan
OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa