Sengketa Jenazah Bikin Tegang Dua Keluarga di Kupang, Polisi Turun Tangan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 12 Januari 2026 | 13:43 WIB
Foto ilustrasi. (Desain Template Tim Repostase NTT)
Foto ilustrasi. (Desain Template Tim Repostase NTT)

 

 

REPORTASNTT.COM, KUPANG-  Sengketa jenazah sempat memicu ketegangan antara dua keluarga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa itu terjadi di RT 20 RW 06, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 18.40 Wita. Polisi turun tangan untuk mencegah konflik meluas.

Ketegangan muncul akibat perbedaan pendapat soal lokasi penyemayaman jenazah almarhum I.D.L. Keluarga dari pihak ayah menginginkan jenazah disemayamkan di rumah keluarga di Bakunase agar memudahkan kerabat memberikan penghormatan terakhir.



Baca Juga: Air Mata Anak Yatim Penjual Kue di Perpisahan Kapolres Ende: Kisah Berlian dan Ny. Dhana Ngurah Joni

Sementara itu, keluarga dari pihak ibu berharap jenazah tetap disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Airnona, yang merupakan tempat tinggal terakhir almarhum.

Mendapat laporan adanya potensi konflik, Bhabinkamtibmas Kelurahan Airnona, Bripka Wens Reba, langsung mendatangi lokasi.

Ia kemudian melakukan mediasi dengan melibatkan kedua belah pihak keluarga serta tokoh masyarakat setempat.



Baca Juga: Dari Flores ke Mabes Polri, Ini Jejak Pengabdian AKBP Ngurah Joni Mahardika di NTT

“Kami memahami kondisi emosi keluarga yang sedang berduka. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan secara damai,” kata Bripka Wens Reba.

Proses musyawarah berlangsung kondusif. Setelah dilakukan pembahasan bersama, kedua keluarga akhirnya sepakat menyemayamkan jenazah di rumah keluarga di Bakunase.

Kesepakatan itu juga mencakup pelaksanaan prosesi pemakaman dengan tetap menghormati adat istiadat dari kedua pihak.


Baca Juga: Proyek Jalan Desa Golo Leda Belum Dikerjakan Meski Anggaran 2025 Sudah Dialokasikan

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrid D. Mada mengapresiasi langkah cepat dan pendekatan persuasif yang dilakukan Bripka Wens Reba.

Menurutnya, keberhasilan mediasi tersebut menunjukkan peran strategis Bhabinkamtibmas dalam menjaga kamtibmas di tingkat masyarakat.

“Ini bukti bahwa Bhabinkamtibmas menjadi jembatan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus mampu mencegah konflik berkembang lebih besar,” ujar AKP Leyfrid.


Baca Juga: Dari Pemilu hingga ETMC 2025, Ini Rekam Jejak AKBP Joni Mahardika di Ende

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X