REPORTASENTT.COM, ENDE- Tangis itu pecah tanpa aba-aba. Di tengah barisan Bhayangkari berseragam pink, seorang remaja perempuan berdiri terpaku. Namanya Berlian. Matanya basah ketika AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika dan sang istri, Ny. Dhana Ngurah Joni, melangkah menghampirinya pada Apel Farewell Pelepasan Kapolres Ende, Kamis (8/1/2026).
Suasana haru menyelimuti halaman Polres Ende siang itu. Tradisi pedang pora yang biasanya khidmat berubah menjadi ruang perpisahan penuh emosi. Saat Ny. Dhana usai menyalami dan berpamitan dengan para anggota Bhayangkari, ia menoleh. Di hadapannya, Berlian telah menunggu sejak tadi. Pelukan pun terjadi. Tangisan tak lagi terbendung.
Bagi Berlian, momen itu bukan sekadar perpisahan seorang Kapolres dengan jajarannya. Itu adalah perpisahan dengan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi penopang masa depannya.
Baca Juga: Kerumunan Warga Fatufeto- Kupang Bikin Resah, Bhabinkamtibmas Turun Tangan
Kisah mereka bermula bertahun silam. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Berlian—seorang anak yatim, sering menjajakan kue dari rumah ke rumah, hingga ke rumah jabatan Kapolres Ende. Dari sanalah perkenalan dengan Ny. Dhana dimulai. Perjumpaan sederhana itu perlahan menjelma menjadi ikatan kemanusiaan.
Ny. Dhana kemudian membiayai pendidikan Berlian sejak kelas I SMP hingga kelas III SMP. Uang sekolah yang semula menjadi beban berat bagi keluarga Berlian tak lagi perlu dipikirkan. “Yang penting dia sekolah,” begitu prinsip yang kerap dipegang Ny. Dhana dalam setiap aksi sosialnya.
Kepedulian terhadap Berlian hanyalah satu dari banyak cerita tentang Ny. Dhana Ngurah Joni selama mendampingi suaminya bertugas di Ende. Sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Ende, ia dikenal aktif turun langsung ke masyarakat, menjangkau warga di desa-desa terpencil hingga kelompok rentan.
Baca Juga: Laporan Penganiayaan Tetangga di Kupang Tak Lanjut ke Hukum, Ini Alasannya
Melalui program Bhayangkari Peduli, Ny. Dhana bersama jajaran Bhayangkari Cabang Ende menyambangi wilayah pelosok, salah satunya Dusun Toba, Desa Roga, Kecamatan Ndona Timur. Bantuan sosial disalurkan, dialog dengan warga dijalin, dan hubungan kemanusiaan diperkuat tanpa sekat.
Ia juga kerap mengunjungi lansia dan keluarga kurang mampu, membawa bantuan kebutuhan pokok sekaligus perhatian yang tulus. Di bidang kesehatan, Bhayangkari Cabang Ende bersama Polres Ende menggelar pelayanan kesehatan gratis di sejumlah desa seperti Mbotulaka, Kecamatan Wewaria, memberi akses dasar bagi warga yang selama ini jauh dari layanan medis.
Ny. Dhana pun menunjukkan kepedulian pada anak-anak berkebutuhan khusus. Ia terlibat langsung dalam kunjungan sosial ke panti anak berkebutuhan khusus di Desa Manulondo, menyalurkan bantuan dan menyapa anak-anak satu per satu.
Baca Juga: Polda NTT Tegaskan SP3 Kasus Dugaan TPPO Bukan Kegagalan Penegakan Hukum
Di bidang pendidikan dan literasi, perannya tercermin dalam peresmian Taman Baca “Tatag Trawang Tungga” di lingkungan Polres Ende. Taman baca ini dibuka untuk masyarakat umum, menjadi ruang belajar dan tumbuh bagi anak-anak dan pelajar.
Artikel Terkait
SAR Korban KM Putri Sakinah Ditutup, 1 WNA Spanyol Masih Hilang
IAKMI Flores Timur Punya Ketua Baru, Ini Misi Beato Lamawuran
Polda NTT Tegaskan SP3 Kasus Dugaan TPPO Bukan Kegagalan Penegakan Hukum
Laporan Penganiayaan Tetangga di Kupang Tak Lanjut ke Hukum, Ini Alasannya
Kerumunan Warga Fatufeto- Kupang Bikin Resah, Bhabinkamtibmas Turun Tangan