REPORTASENTT.COM, BATAM- Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengungkap praktik pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia melalui jalur laut di Kota Batam. Dua pelaku berinisial I dan YK ditangkap setelah melarikan diri ke luar daerah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Ronni Bonic menjelaskan, penangkapan kedua tersangka dilakukan di wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, setelah polisi melakukan pengejaran lintas provinsi.
“Tim Opsnal Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengejar pelaku hingga Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat,” kata Ronni Bonic kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Revisi UU Pemilu Jadi Prioritas, RUU Pilkada Masih di Luar Agenda DPR
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi terkait keberangkatan calon PMI nonprosedural melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di lokasi.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua perempuan berinisial NA dan J yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.
Ronni menyebutkan, hasil pemeriksaan menunjukkan keberangkatan kedua calon PMI tersebut diurus oleh para tersangka melalui skema sponsor.
“Saya dijanjikan diberangkatkan kerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia. Semua biaya perjalanan ditanggung sponsor dan diganti lewat pemotongan gaji,” kata NA saat pemeriksaan.
Hal serupa disampaikan J. Ia mengaku menerima tawaran bekerja di luar negeri tanpa melalui prosedur resmi.
“Saya hanya diminta menyiapkan dokumen pribadi. Tiket dan perjalanan semuanya diurus pihak sponsor,” kata J.
Baca Juga: Jeriken Jadi Perhatian di Tengah Antrean Panjang BBM SPBU Padang Alipan
Polisi kemudian menelusuri keberadaan kedua tersangka setelah mendapat keterangan dari korban. Tim akhirnya menemukan pelaku di Lombok Barat.
Artikel Terkait
Motor Tiga Hari Tak Dijemput Pemiliknya, Warga Fatufeto di Kupang Jadi Curiga
Jeriken Jadi Perhatian di Tengah Antrean Panjang BBM SPBU Padang Alipan
Pandji Pragiwaksono Bertemu MUI Hampir Dua Jam, Bahas Materi Stand Up Comedy
MBG di NTTĀ Baru Menjangkau 44 Persen, Tragedi Anak SD Ngada Jadi Alarm Perlindungan Gizi dan Pendidikan di NTT
Revisi UU Pemilu Jadi Prioritas, RUU Pilkada Masih di Luar Agenda DPR