Polisi Dalami Dugaan Ketidaksesuaian Data SKCK Terlapor Asusila di Flotim yang Lolos Seleksi TNI

Photo Author
Paulina Labina, Reportase NTT
- Selasa, 24 Februari 2026 | 17:34 WIB
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual di Mapolres. (Foto/ Elen Labina)
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual di Mapolres. (Foto/ Elen Labina)

Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.

Dalam prosesnya, keluarga korban sempat meminta penyelesaian secara kekeluargaan ketika ADO dinyatakan lulus seleksi pendidikan calon prajurit TNI.

 

Baca Juga: Di Tengah Jerat TPPO, Polres Sikka Datangi Rumah Perlindungan Korban

 

Kesepakatan damai sempat dibuat sehingga penanganan perkara tertahan.

Setelah ADO resmi dilantik pada 4 Februari 2026, ibu korban mencabut pernyataan damai dan meminta kasus kembali dilanjutkan hingga ke persidangan.

Eliezer menjelaskan, selama proses penyelidikan, terlapor diketahui berada di Bali untuk mengikuti tahapan seleksi akhir sebelum pelantikan.

 

Baca Juga: Bayang-bayang “Joker” dan Dugaan Sindikat Baru: TPPO Sikka Belum Tuntas

 

Bahkan, sejak awal, terlapor bersama orang tuanya tidak memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik.

“Informasi dari keluarga menyebutkan yang bersangkutan sempat ke Kalimantan tanpa alamat yang jelas. Kami tetap berupaya menghadirkan tersangka sesuai prosedur,” katanya.

Polisi juga menyoroti dokumen administrasi yang digunakan terlapor, termasuk Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Sistem SKCK saat ini berbasis daring sehingga dapat dicetak di berbagai daerah.

Baca Juga: Konflik Upah Berujung Laporan Polisi, Yayasan Papa Miskin Dilaporkan ke Polres Lembata

Penyidik mendalami kemungkinan adanya ketidaksesuaian data dalam proses penerbitannya.

Terkait kelanjutan perkara, Polres Flores Timur terus berkoordinasi dengan POM Kupang dan jajaran TNI agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami tetap memproses perkara ini secara profesional dan terbuka. Koordinasi dengan POM Kupang terus dilakukan agar tahapan pemeriksaan berjalan sesuai aturan,” kata Eliezer.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Flores Timur karena menyangkut proses hukum serta administrasi seleksi calon prajurit TNI.

Baca Juga: Eks Karyawan RS Bukit Lewoleba Bongkar Dugaan Diskriminasi dan Larangan Ikut CPNS

Hingga kini, penyidik masih menunggu langkah lanjutan bersama POM Kupang untuk memastikan tersangka dapat diperiksa dan perkara dilimpahkan sesuai ketentuan.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X