Terungkap! Kronologi Lengkap Kasus Penganiayaan dan Dugaan Persetubuhan Anak di Kewapante

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:11 WIB
Foto ilustrasi.  (One pic)
Foto ilustrasi. (One pic)

REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Peristiwa tragis menimpa seorang remaja perempuan berinisial STN di wilayah Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Korban ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kekerasan berat yang diduga dilakukan oleh seorang anak berinisial FRG.

Kepolisian Resor Sikka menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Aparat menyebut kejadian berlangsung di rumah terduga pelaku yang berada dalam wilayah hukum Polsek Kewapante.

 

Baca Juga: Viral Kabar Pelaku Kabur dari Polres Sikka, Polisi Pastikan Informasi Tidak Sesuai Fakta



Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga menjelaskan, insiden bermula ketika korban mendatangi rumah FRG untuk mengambil gitar.

Di area dapur rumah tersebut terjadi perselisihan yang dipicu dugaan pemaksaan hubungan badan oleh terduga pelaku.

Korban disebut hendak melaporkan perbuatan itu, sehingga memicu ketegangan.

 

Baca Juga: Solidaritas Jawa Barat Mengalir ke NTT, Mako Polres Sikka Dipenuhi Karangan Bunga atas Ketegasan Ungkap TPPO



“Korban datang untuk mengambil gitar. Di dapur terjadi cekcok yang berujung pada tindak kekerasan,” kata Reinhard saat konferensi pers, Jumat (27/2/2026).

Dalam situasi yang memanas, FRG diduga merampas telepon genggam korban.

Kontak fisik tidak terhindarkan hingga terduga pelaku menggunakan sebilah parang yang biasa dipakai membelah durian untuk melukai korban.

 

Baca Juga: Mediator Absen, Kadis Pimpin Sidang PHI di GOR Lembata; Adu Argumentasi Menggema Soal Skorsing dan Asas Hukum

Korban mengalami luka berat di bagian leher dan kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah itu, jasad korban dipindahkan ke belakang rumah dan ditutup menggunakan daun talas serta bambu.

Reinhard mengungkapkan, pelaku kemudian memindahkan kembali jasad korban ke lokasi lain di area kali dan menutupinya dengan kayu serta dedaunan sebelum melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ende.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X