Baca Juga: Dari Disnaker ke Dekenat: Inkonsistensi Pernyataan Pengawas NTT Soal PHK Kepala Bidang Medik RS Bukit Lewoleba
Sementara itu, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Flores Timur, Muhammad Imran, menyatakan pihaknya telah berupaya menghubungi terlapor, namun belum mendapat respons.
"Hari ini kami berusaha menghubungi Anggi namun ia tidak merespons. Langkah yang harus bapak ambil adalah ketika melihat motor bapak dipakai oleh siapa pun di mana pun, baik di jalan raya maupun di rumah orang lain, bapak berhak menahan dan mengambil motor tersebut karena itu hak bapak sebagai pemilik.
Setelah itu, bawa ke Polres sehingga kami bisa melakukan penelusuran lebih lanjut," tegas Muhammad Imran.
Baca Juga: Gelombang Dukungan Keluarga Menguat untuk Bidan Aty di Tengah Konflik dengan RS Bukit Lewoleba
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan sepeda motor tersebut masih belum diketahui.
Artikel Terkait
Selisih Hitung Hak Pekerja, Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka Diminta Buka Format Perhitungan Resmi
Gelombang Dukungan Keluarga Menguat untuk Bidan Aty di Tengah Konflik dengan RS Bukit Lewoleba
Piche Kota Mengeluh Sakit Usai Ditangkap, Jalani Observasi Medis di RSUD Atambua
Skema Baru TPG 2026 Dinilai Belum Tuntas, PGRI Flores Timur Soroti Ketidakpastian Sistem
Di Balik Skorsing Bidan RS Bukit Lewoleba: Dugaan Ajakan Personal Wakil Direktur hingga Permintaan Nomor Rekening Mencuat