REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Penemuan mayat (jasad) wanita yang ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di Dermaga Ujung Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, diduga adalah korban pembunuhan.
"Informasi dari penyidik diduga korban pembunuhan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. H. Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H, Jumat (19/4/24).
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pendalaman, penyidik telah berhasil mengidentifikasi jasad perempuan tersebut.
Baca Juga: Kasus Penambangan Ilegal Sungai Buntu Bangka Belitung, Perkara Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Baru
Dari data dan informasi, wanita itu berinisial R berusia 35 tahun.
"Identitas korban yang ditemukan meninggal dunia di Dermaga Ujung Pulau Pari, sudah diketahui, " jelasnya.
"Identitas korban yang ditemukan meninggal dunia di Dermaga Ujung Pulau Pari, sudah diketahui, " jelasnya.
Untuk menelusuri jejak- jejak kematian korban, Kepolisan telah mengamankan tiga orang terkait penemuan mayat ini.
"Dimana salah satunya yang diamankan adalah pacar korban, saat ini ketiganya masih dimintai keterangan," ungkapnya.
Kepolisian Daerah Metro Jaya masih terus menyelidiki penyebab kematian mayat wanita berinisial R (35), yang ditemukan di Dermaga Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. H. Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kesimpulan penyebab kematian korban masih menunggu hasil lab dari tim forensik.
Baca Juga: Jelang Putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum 2024, Ribuan Personil Disiagakan di MK
"Sebab kematian menunggu hasil lab toksikologi dan histopatologi anatomi forensik," ujarnya, dilansir dari laman PMJNews, Sabtu (20/4/24).
Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa Tim Forensik telah mengambil sampel DNA dari tulang iga korban.
"Sebab kematian menunggu hasil lab toksikologi dan histopatologi anatomi forensik," ujarnya, dilansir dari laman PMJNews, Sabtu (20/4/24).
Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa Tim Forensik telah mengambil sampel DNA dari tulang iga korban.
Kemudian pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel toksikologi dan histologi anatomi.
Baca Juga: Kasus Penipuan untuk Masuk Polri- TNI di Sumut, Para Korban Merugi Hingga Rp1,1 Miliar
"Diambil sampel toksikologi (hati, empedu, lambung, urine) untuk diperiksa ke Puslabfor, diambil sampel histologi anatomi, untuk diperiksa di bagian patologi anatomi (kulit dada, leher, rahang, tulang lidah, tulang iga)," jelasnya.
"Diambil sampel toksikologi (hati, empedu, lambung, urine) untuk diperiksa ke Puslabfor, diambil sampel histologi anatomi, untuk diperiksa di bagian patologi anatomi (kulit dada, leher, rahang, tulang lidah, tulang iga)," jelasnya.
Artikel Terkait
Warga Miomaffo Barat TTU Digegerkan dengan Penemuan Mayat Laki- laki
Polresta Bandung Berhasil Ungkap Kasus Penemuan Jasad Pria di Soreang, 4 Pelaku Diamankan
Tim SAR Evakuasi Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Wae Ara, Manggarai Barat
Jasad Pasutri Korban Banjir Lahar Semeru Berhasil Dievakuasi Polres dan Warga Lumajang
Korban Kebakaran di Mampang Telah Dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Tujuh Meninggal Dunia