REPORTASENTT.COM- TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Tim First Fleet Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai bersinergi dengan instansi terkait berhasil mengamankan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural melalui jalur ilegal dari Malaysia menuju Indonesia di Pesisir Jl. Dumai Pakning, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Kamis (23/05/2024).
Penangkapan bermula saat Tim F1QR Lanal Dumai mendapatkan informasi bahwa akan adanya percobaan penyelundupan pemulangan PMI non prosedural menuju Indonesia.
Dari informasi tersebut tim F1QR bergerak menuju sasaran dan mendapati para PMI non prosedural telah mendarat di pantai, namun ada 1 orang yang melarikan diri ke perkebunan sawit.
Baca Juga: Laka Lantas Truk vs Motor, Dua Orang Meninggal Dunia, Polisi lakukan Olah TKP
Setelah dilaksanakan pengejaran dan penyisiran Tim F1QR Lanal Dumai berhasil mengamankan sejumlah sembilan orang (laki-laki) PMI non prosedural dan barang bukti dua unit sepeda motor roda dua diduga milik pengurus PMI non prosedural, tujuh buah KTP, 10 unit HP serta tiga buah pasport.
Setelah dilaksanakan pengejaran dan penyisiran Tim F1QR Lanal Dumai berhasil mengamankan sejumlah sembilan orang (laki-laki) PMI non prosedural dan barang bukti dua unit sepeda motor roda dua diduga milik pengurus PMI non prosedural, tujuh buah KTP, 10 unit HP serta tiga buah pasport.
Selanjutnya dibawa ke Mako Lanal Dumai untuk dilaksanakan pendataan, pengecekan barang bawaan dan pengecekan kesehatan.
Berdasarkan pemeriksaan awal diketahui bahwa PMI non prosedural yang berasal dari Lombok, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Barat dan Jambi tersebut berangkat dari Pahang Malaysia menuju Indonesia melalui jalur ilegal menggunakan transportasi laut speed pancung mesin 200 PK (3 unit) dengan biaya sebesar RM. 1.000 s.d. RM. 3.000,- atau sebesar Rp. 4.500.000 s.d Rp. 10.000.000,- kepada agen di malaysia.
Berdasarkan pemeriksaan awal diketahui bahwa PMI non prosedural yang berasal dari Lombok, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Barat dan Jambi tersebut berangkat dari Pahang Malaysia menuju Indonesia melalui jalur ilegal menggunakan transportasi laut speed pancung mesin 200 PK (3 unit) dengan biaya sebesar RM. 1.000 s.d. RM. 3.000,- atau sebesar Rp. 4.500.000 s.d Rp. 10.000.000,- kepada agen di malaysia.
Kemudian setelah tiba di Pantai Pelintung Dumai Prov. Riau para PMI akan dijemput mobil, diantar ke terminal dan selanjutnya kembali ke daerah masing-masing.
Setelah dilaksanakan pemeriksaan, seluruh PMI dinyatakan dalam kondisi sehat dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai untuk proses lebih lanjut.
Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel selanjutnya penyerahan PMI non prosedural tersebut kepada pihak P4MI Dumai untuk proses lebih lanjut.
Setelah dilaksanakan pemeriksaan, seluruh PMI dinyatakan dalam kondisi sehat dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai untuk proses lebih lanjut.
Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel selanjutnya penyerahan PMI non prosedural tersebut kepada pihak P4MI Dumai untuk proses lebih lanjut.
Baca Juga: Paus Fransiskus di Roma Tunjuk Pater Budi Kleden SVD Sebagai Uskup Agung Ende
“Sinergitas Tim F1QR Lanal Dumai dan pihak P4MI Dumai dalam mengamankan PMI non prosedural ini merupakan salah satu bentuk upaya kesiap-siagaan dalam menghadapi berbagai ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah kerja Lanal Dumai,” ujar Komandan Lanal Dumai.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima serta melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, guna menjamin keamanan, terlebih di wilayah perbatasan. ( Dinas Penerangan Angkatan Laut)
“Sinergitas Tim F1QR Lanal Dumai dan pihak P4MI Dumai dalam mengamankan PMI non prosedural ini merupakan salah satu bentuk upaya kesiap-siagaan dalam menghadapi berbagai ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah kerja Lanal Dumai,” ujar Komandan Lanal Dumai.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima serta melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, guna menjamin keamanan, terlebih di wilayah perbatasan. ( Dinas Penerangan Angkatan Laut)
Artikel Terkait
Pihak Deep Company Diancam Disomasi Terbuka, Buntut Adanya Film Vina Sebelum 7 Hari
Naas Menimpa Warga Asal Sulawesi Selatan, Mobil Toyota Rush Miliknya Terbakar di Kota Kupang, Kepolisian Ungkap Kronoligi Kejadian
Paus Fransiskus di Roma Tunjuk Pater Budi Kleden SVD Sebagai Uskup Agung Ende
Seorang Kurir dan Tiga Pemakai Sabu di Mataram Diringkus Polisi
Laka Lantas Truk vs Motor, Dua Orang Meninggal Dunia, Polisi lakukan Olah TKP