Perbedaan Pandangan Anwar Ibrahim dan Prabowo soal Insiden Penembakan WNI di Malaysia

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 4 Februari 2025 | 17:30 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo. (Instagram.com/kemensetneg.ri)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo. (Instagram.com/kemensetneg.ri)
 
REPORTASENTT.COM-  Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menanggapi insiden penembakan lima warga negara Indonesia (WNI) di Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, yang terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025. Anwar memastikan bahwa pemerintah Malaysia akan melakukan penyelidikan menyeluruh serta menegakkan supremasi hukum dalam kasus ini.

“Kami akan memastikan bahwa penyelidikan berlangsung transparan dan adil. Hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia harus tetap kuat meskipun ada peristiwa ini,” ujar Anwar dalam pernyataan resminya pada Selasa, 28 Januari 2025.

Anwar juga mengakui adanya perbedaan perspektif antara Malaysia dan Indonesia terkait insiden tersebut.
 
 
Di Malaysia, kasus ini dikaitkan dengan sindikat penyelundupan ilegal, sementara di Indonesia tindakan tersebut dianggap melanggar hukum dan tidak manusiawi.

Lebih lanjut, Anwar menekankan pentingnya penanganan isu penyelundupan obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, dan penyeberangan perbatasan tanpa izin, yang diduga menjadi latar belakang insiden tersebut.
 
Baca Juga: Update Kondisi Terbaru Korban Penembakan WNI di Malaysia, Kemenlu Ungkap Satu Orang Masih Belum Teridentifikasi

Presiden Prabowo Desak Transparansi Penyelidikan

Di sisi lain, Presiden Indonesia Prabowo Subianto meminta agar proses penyelidikan di Malaysia dilakukan secara transparan. Dalam arahannya pada Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2025, Kamis, 30 Januari 2025, Prabowo menegaskan bahwa tidak boleh ada yang ditutup-tutupi dalam proses hukum tersebut.

“Kami berharap proses penyelidikan dilakukan secara transparan, agar keadilan bagi warga negara Indonesia dapat ditegakkan,” ujar Prabowo.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa laporan awal penyidikan akan segera diserahkan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk ditinjau oleh pihak berwenang Indonesia.
 


Insiden penembakan terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025, sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat.
 
Penembakan dilakukan oleh personel Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang tengah berpatroli di wilayah tersebut.

Akibat insiden ini, satu orang WNI tewas, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
 
 
Dua korban yang selamat, berinisial HA dan MZ, telah memberikan kesaksian kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan KBRI di Kuala Lumpur.
 
Mereka membantah tuduhan bahwa penyerangan terhadap petugas APMM dilakukan.

Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa APMM akan bekerja sama dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM).
 
 
Sementara itu, personel APMM yang terlibat dalam penembakan telah dibebastugaskan hingga hasil penyelidikan selesai.

Mengutip dari Daily Mail, Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa 14 anggota APMM yang terlibat telah diperiksa.
 
"Pemanggilan untuk interogasi lebih lanjut kemungkinan besar akan dilakukan, termasuk mereka yang mengeluarkan senjata api," kata Datuk Hussein.
 

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X