Update Kondisi Terbaru Korban Penembakan WNI di Malaysia, Kemenlu Ungkap Satu Orang Masih Belum Teridentifikasi

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 4 Februari 2025 | 16:52 WIB
Foto ilustrasi kasus penembakan. (Pixabay/Vika_Glitter)
Foto ilustrasi kasus penembakan. (Pixabay/Vika_Glitter)


REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Kasus penembakan 5 Warga Negara Indonesia atau WNI di Malaysia menarik perhatian publik.

Penembakan kepada 5 Pekerja Migran Indonesia atau PMI di Malaysia dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Kejadian tersebut terjadi di wilayah Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia pada Jumat, 24 Januari 2025 pukul 03.00 dini hari waktu setempat.
 
Baca Juga: Pemerintah Janji Selesaikan Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Digital dalam Dua Bulan, Apa Dampaknya?

Para pekerja migran ini diduga sedang berusaha untuk keluar dari Malaysia dengan cara ilegal.

Dalam insiden penembakan itu, satu orang asal Riau dinyatakan meninggal dunia dan telah dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara 4 lainnya menjalani perawatan dengan informasi awal dua orang sudah dimintai keterangan dan dua lainnya dalam penanganan intensif.
 
Baca Juga: Tanggapi Isu Kelangkaan, Menteri ESDM Pastikan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi dan Pengurangan Impor LPG 3 Kg!

“HA dan MZ telah mendapatkan perawatan dan dalam kondisi stabil,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Selasa, 28 Januari 2025.

“Keduanya juga menjelaskan kronologi kejadian dan menyatakan tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari penumpang WNI terhadap aparat APMM,” tambahan informasi dari pernyataan tersebut.

HA dan MZ merupakan WNI, 2 dari 3 korban penembakan yang identitasnya telah terverifikasi dan menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi stabil.
 
 

Update dua korban penembakan lain

Mengutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, pada Senin, 3 Februari 2025 mengungkapkan kondisi dua korban lainnya.

“MH (asal Aceh) saat ini dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi dan telah dipindahkan ke ruang rawat biasa,” tulis pernyataan dalam laman resmi Kemenlu tersebut.

Pihak Kementerian Luar Negeri juga telah memberikan informasi kesehatan MH kepada keluarganya.
 
Baca Juga: KRI I Gusti Ngurah Rai- 332 Jadi Sorotan di Latma ORRUDA 2024

Satu korban lagi masih dirawat intensif dan belum bisa memberi keterangan, termasuk tentang identitasnya.

“Sementara satu WNI lainnya masih dalam pemantauan dan rawatan intensif pihak rumah sakit, sehingga belum bisa memberikan keterangan dan belum terverifikasi identitasnya,” imbuh pesan dari Kemenlu tersebut.


Penangkapan satu WNI yang diduga terlibat dalam penembakan

Pada Sabtu, 1 Februari 2025, Polis Diraja Malaysia (PDRM) telah menangkap satu Warga Negara Indonesia yang diyakini memiliki keterlibatan dalam insiden penembakan ini.

“Tersangka masuk ke Malaysia sebagai turis dan kami menahannya untuk membantu penyelidikan,” ujar Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan.

Berkas penyidikan hampir selesai dan mungkin paling cepat minggu depan sudah diserahkan ke Wakil Jaksa Penuntut Umum,” imbuhnya.
 
Baca Juga: Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Tangkap Anggota KKB Yalimo, Amankan Senjata Api dan Amunisi

Mengenai penangkapan satu orang WNI, KBRI Kuala Lumpur belum menerima notifikasi kekonsuleran atas penangkapan tersebut.

KBRI juga telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Pemerintah Malaysia untuk meminta penjelasan dan akses kekonsuleran bagi WNI tersebut.

Penyelidikan akan dilakukan dengan transparan

Pada Kamis, 31 Januari 2025, KBRI Kuala Lumpur telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Ibu Pejabat Polis Kontinjen atau IPK Selangor.

Kepala Polis berkomitmen untuk melakukan penyelidikan yang menyeluruh, cepat dan transparan, termasuk terhadap petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang terlibat.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden Prabowo usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI Polri Tahun 2025 pada Kamis, 30 Januari 2025.
 
Baca Juga: Pulang Mabuk, Buruh Bangunan di Kupang Ancam Istri dengan Pisau, Begini Kronologinya!

“Iya, itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi,” kata Presiden Prabowo di The Tribrata, Jakarta.

Sama halnya dengan Menlu Sugiono yang mengatakan kalau saat ini masih dalam proses pengumpulan keterangan.

“Karena semuanya masih dalam proses pengumpulan keterangan,” ujar Menlu Sugiono pada Minggu, 2 Februari 2025 usai menghadiri peresmian Jakarta Murugan Temple di Jakarta Barat.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X