hukum-kriminal

Sempat Berpindah-pindah, Buronan Penganiayaan di Kupang Dibekuk Polisi

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:35 WIB
Kanit Reskrim Polsek Maulafa, IPDA Afret Bire. (Foto TBN Polresta Kupang Kota)



REPORTASENTT.COM, KUPANG-  Polisi menangkap buronan kasus penganiayaan berat berinisial AS. Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Maulafa, Polresta Kupang Kota, itu dibekuk setelah lebih dari enam bulan melarikan diri.



AS diamankan pada Sabtu (17/1/2026) petang. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi keberadaan tersangka yang kerap berpindah-pindah tempat.



Kanit Reskrim Polsek Maulafa IPDA Afret Bire mengatakan, AS merupakan pelaku penganiayaan terhadap korban berinisial IA dengan menggunakan senjata tajam. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (27/7/2025) sekitar pukul 01.30 Wita di Jalan Sukun I, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa.

 

Baca Juga: Seminaris San Dominggo Gelar Kerja Bakti Bersihkan Pasar Daerah Larantuka



“Laporan dibuat oleh orang tua korban pada hari yang sama dengan nomor LP/B/80/VII/2025/SPKT/Polsek Maulafa/Polresta Kupang Kota/Polda NTT, tanggal 27 Juli 2025,” kata Afret.



Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian rusuk kiri dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar satu bulan.



Dalam proses penyidikan, polisi telah melayangkan tiga kali surat panggilan kepada tersangka. Namun, AS tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.

 

Baca Juga: Baru Bebas Penjara, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Manggarai Barat



Karena tidak kooperatif, penyidik menerbitkan Surat DPO Nomor DPO/03/VIII/2025/Reskrim/Sektor Maulafa tertanggal 25 Agustus 2025. Sejak itu, Unit Reskrim Polsek Maulafa melakukan pencarian intensif.



“Penyidik sempat mendatangi Desa Toi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS, yang merupakan kampung halaman ayah tersangka. Namun tersangka selalu berpindah-pindah,” jelas Afret.



Keberadaan AS akhirnya terdeteksi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 17.00 Wita di Desa Tarus. Informasi tersebut diterima dari warga dan kemudian diteruskan ke keluarga korban.

 

Baca Juga: Pria Lansia Ditemukan Telungkup di Kupang, CCTV Ungkap Detik-detik Terakhir

Halaman:

Tags

Terkini