Ramai Disebut Meletus, Polisi Pastikan Bukit Liman di Semau Selatan Bukan Gunung Api

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 16 Januari 2026 | 23:39 WIB
Petugas kepolisian mengecek lokasi semburan lumpur di Bukit Liman Semau Selatan Kupang untuk memastikan keamanan warga dan mencegah penyebaran informasi keliru daring lokal. (Foto TBN Polda NTT)
Petugas kepolisian mengecek lokasi semburan lumpur di Bukit Liman Semau Selatan Kupang untuk memastikan keamanan warga dan mencegah penyebaran informasi keliru daring lokal. (Foto TBN Polda NTT)

REPORTASENTT.COM, KUPANG- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memastikan fenomena semburan lumpur di Bukit Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, bukan letusan gunung api. Kepastian itu disampaikan usai Polres Kupang melakukan pengecekan langsung di lokasi.



Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, isu Bukit Liman “meletus” sempat meresahkan warga setelah video peristiwa tersebut beredar di media sosial dan grup WhatsApp.



“Hasil pengecekan memastikan itu adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanik. Bukit Liman bukan gunung api, masyarakat tidak perlu panik,” tegas Henry, Selasa (13/1/2026).

 

Baca Juga: Korban Dugaan Penipuan Trading Kripto yang Menyeret Nama Timothy Ronald Mulai Buka Suara



Peristiwa itu terjadi pada Senin (12/1) sekitar pukul 08.00 Wita dan direkam warga. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit, semburan lumpur dari kaki bukit tampak menyerupai gelombang besar dari kejauhan, sehingga memicu kesalahpahaman.



Menindaklanjuti video tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Uitiuh Tuan melakukan pengecekan pada Selasa pagi. Hasilnya, semburan lumpur sudah berhenti. Endapan lumpur tersisa dengan luas sekitar 30 x 40 meter dan lokasi kejadian berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman warga.



“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil,” ujar Henry.

 

Baca Juga: Sengketa Lahan Adat di Nduaria, Polisi Hentikan Sementara Pembangunan Rumah

Menurutnya, fenomena tersebut diduga dipicu tekanan gas alam dan air tanah di bawah permukaan yang keluar melalui rekahan tanah. Ia menegaskan kejadian ini merupakan fenomena alam dan baru pertama kali terjadi di Bukit Liman.



Sebagai langkah antisipasi, Polsek Semau bersama pemerintah desa dan kecamatan akan memasang papan peringatan, berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, serta mengimbau warga tidak mendekati lokasi semburan.



“Kami minta masyarakat tetap waspada, tidak beraktivitas di sekitar lokasi, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

 

Baca Juga: Dua Kades di Manggarai Timur Diperiksa Tipikor Terkait Proyek Jalan Desa

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X