REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Satu per satu korban dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama Timothy Ronald mulai buka suara. Para korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp 3 miliar.
Kasus dugaan penipuan tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin, 12 Januari 2026.
Dua korban sekaligus pelapor, Younger dan Said, mengungkap pengalamannya dalam siniar YouTube Curhat Bang bersama Denny Sumargo, Jumat, 16 Januari 2026.
Baca Juga: Sengketa Lahan Adat di Nduaria, Polisi Hentikan Sementara Pembangunan Rumah
"Kami tergabung dalam paguyuban ‘Akademi Rungkad’, dulu namanya ‘Akademi Crypto’ milik Timothy Ronald," kata Said.
Younger menjelaskan, awalnya ia bergabung melalui grup daring di platform Discord.
"Grupnya ada sekitar 500 ribu peserta, tapi kami tidak tahu berapa yang berbayar," ujarnya.
Baca Juga: Advokat Besuk Pelda Chrestian Namo, Dandenpom Kupang Disebut Tak Berada di Tempat
Ia mengaku telah membayar total sekitar Rp 50 juta untuk bergabung.
"Tahun 2024 saya bayar sekitar Rp 50 juta. Awalnya Rp 9 juta, lalu upgrade ke grup life-time nambah sekitar Rp 40 juta," jelas Younger.
Said menambahkan, perekrutan peserta dilakukan melalui beberapa skema akses. Salah satunya, paket dengan akses selama satu tahun.
Baca Juga: Dua Kades di Manggarai Timur Diperiksa Tipikor Terkait Proyek Jalan Desa
"Ada mekanisme ‘The Students’, aksesnya satu tahun di grup itu," ujar Said.
Menurutnya, harga paket tersebut terus naik setiap tahun.
"Waktu Younger masuk bayar Rp 9 juta. Saat saya masuk, sudah Rp 14 juta," tambahnya.
Artikel Terkait
Polres Mabar Dalami Kasus Pengrusakan Rumah Diduga Dipicu Sengketa Lahan
Baru Bebas Penjara, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Manggarai Barat
Pria Lansia Ditemukan Telungkup di Kupang, CCTV Ungkap Detik-detik Terakhir
Kapolres Ende Turun ke Lokasi Sungai Deras Usai Video Ibu Hamil Viral, Jembatan Permanen Masuk Rencana 2026
Sengketa Lahan Adat di Nduaria, Polisi Hentikan Sementara Pembangunan Rumah