REPORTASENTT.COM- Kasus dugaan penipuan yang menyeret wedding organizer Marwah Catering Service menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah calon pengantin mengaku kebingungan akibat acara pernikahan mereka terancam batal meski pembayaran telah dilakukan.
Perkara ini mencuat setelah salah satu keluarga korban mengunggah momen resepsi sederhana tanpa dekorasi dan katering seperti yang telah disepakati sebelumnya.
Baca Juga: Resahkan Warga Saat Malam Minggu, Aksi Balap Liar di Kupang Kota Dibubarkan Polisi
Dalam unggahan itu, resepsi yang rencananya berlangsung di Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2026, gagal terlaksana karena pihak wedding organizer tidak dapat dihubungi.
Kasus tersebut kemudian memicu gelombang pengakuan lain dari mantan pegawai dan vendor yang mengaku belum menerima hak pembayaran dari pihak perusahaan.
Salah satu mantan pegawai paruh waktu melalui akun Threads @fwzagyt_0823 mengungkapkan pembayaran honor kerja sering terlambat dari kesepakatan awal.
Baca Juga: Cuma Gara- gara WhatsApp, Dua Keluarga di Kota Kupang Adu Jotos sampai Polisi Turun Tangan
“Pembayaran fee part time yang molor dari perjanjian awal. Udah tertera di bawah sini kalau pembayaran H+1, nyatanya bisa sampai H+4, itu pun waktu di-follow up suka dioper dan nunggu mulu,” tulisnya pada Minggu, 24 Mei 2026.
Dalam unggahan tersebut, mantan pegawai itu turut membagikan tangkapan layar informasi pembayaran pegawai part time sebesar Rp300 ribu per hari.
Tak hanya pegawai paruh waktu, karyawan tetap juga mengaku tidak memperoleh tambahan biaya operasional saat menangani acara pernikahan.
Baca Juga: Polisi Dilempari Batu Saat Lerai Keributan di Terminal Oebufu, Sopir Angkot Dibekuk Resmob
“Karyawan tetap yang menjadi tim di event wedding di hari tersebut, tidak mendapatkan bonus tambahan seperti biaya transport dan makan,” tulisnya.
Ia menyebut karyawan tetap hanya menerima gaji bulanan yang pembayarannya kerap dirapel selama beberapa bulan. Di sisi lain, pemilik usaha disebut beberapa kali melakukan perjalanan umrah dan liburan.
“Gaji yang harusnya jadi hak karyawan beberapa bulan nggak diturunin, tapi ownernya alias Ekarisma ini bisa bolak-balik umrah dan liburan ke Labuan Bajo,” katanya.
Baca Juga: Di Balik Penangkapan di Laut Internasional: Cerita Kelam WNI Relawan GSF Usai Bertemu Militer Israel