hukum-kriminal

Viral di NTT, Pastor Paroki yang Diduga Tiduri Istri Orang Akhirnya Buka Suara

Jumat, 26 April 2024 | 16:13 WIB
Ilustrasi tidur bersama. (Foto/ ist/ desian template Tim)

 Baca Juga: Aduh, ByteDance akan menutup TikTok di AS, Berapa Pengguna di Amerika?

Pada Pukul 17.53 WITA mereka berdua sepakat untuk makan bersama di rumah Tinus seperti biasanya.

Sekitar pukul 20.00 WITA, Ia bersama dengan anggota pastoran (Enu Melin/Karyawati dapur, Save/sopir, adik Kristo/adik sepupu, dan Enu Itin/anak dari adiknya Bapak Tinus) menggunakan mobil pribadi (Terios) berangkat menuju rumah Bapak Tinus di Stasi Rende.

"Kurang lebih pukul 20.30 WITA kami tiba di rumah Bapak Tinus. Saat itu yang ada di rumah, Bapak Tinus, Enu Hermin/Mama Sindi (istrinya), Anak Santos (putranya), dan Enu Siren (putri bungsunya). Keenam, Sekitar pukul 20.30 WITA kami disuguhi minuman kopi dan hanya kepada saya diberikan minuman energen. Yang mengantar minuman oleh Enu Hermin/Mama Sindi. Dan setelah itu kami langsung makan bersama," katanya.

 Baca Juga: Berkas Perkara Pengelolaan Zakat pada BPKK Aceh Tengah, Polisi Segera Rampungkan

Sekitar pukul 21.30 WITA (setelah makan malam) kata Agustinus, mereka bincang-bincang santai dan sambil rekreasi main kartu dengan sangsi hukuman berdiri.

Hal ini menurut dia, biasa mereka lakukan setiap kali berkumpul. Adapaun yang ikut rekreasi main kartu kata Agus, dirinya,Bapa Sindi, Mama Sindi dan adik Kristo.

"Sedangkan Enu Melin/karyawati pastoran dan Enu Itin segerah menuju kamar tidur anak Siren. Dan Safe ke kamarnya anak Santos. Hal ini juga biasa mereka lakukan karena kedekatan mereka selama ini," kata dia.

 Baca Juga: Letusan Gunung Semeru, Abu Vulkanik Terlihat Hingga 1.000 Meter

Karena sudah larut malam, sekitar pulul 01.00 WITA (dini hari), dirinya meminta anggota pastoran (Enu Melin, Safe) yang sementara tidur untuk dibangunkan dan siap-siap kembali ke Pastoran. Sedangkan Enu Itin bertahan di rumah.

"Akan tetapi Mama Sindi mengatakan bahwa mereka sudah tidur lelap. Lalu saya sendiri mangatakan "biar saya dan adik Kristo pulang duluan", tetapi Bapak Sindi dan Mama Sindi menahan kami semua untuk nginap karena sudah larut malam. Kami pun mengiakan ajakan mereka," terangnya.

Bapak Sindi menurut Agus, menuntun dirinya ke kamar tidur yang ternyata sudah mereka siapakan. Sedangkan Kristo dan Sindi berbaring/tidur di tempat tidur yang letakanya di depan kamar tidur untuk dirinya. Mama Sindi tidur bersama anak-anak perempaunnya dan Enu Melin.

 Baca Juga: Cetak sejarah Dalam Sepak Bola Indonesia, Timnas U-23 Lolos Semifinal AFC Cup

"Karena kelelahan (karena aktivitas sepanjang hari di pastoran), saya langsung tertidur lelap dalam kamar dengan kondisi pintu terbuka hanya ditutupi kain tirai," katanya.

Kurang lebih pukul 02.00 WITA, Dirinya terbangun karena dikagetkan dengan teriakan makian dari suami yang diduga selingkuhannya.

Halaman:

Tags

Terkini