Desa Golo Riwu di Manggarai Barat Terancam Terisolir Akibat Longsor

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Sabtu, 30 Maret 2024 | 22:31 WIB
Aparat Kepolisian dari Polsek Kuwu dengan dibantu warga membersihkan material longsor. (Foto Humas Polres Mabar.)
Aparat Kepolisian dari Polsek Kuwu dengan dibantu warga membersihkan material longsor. (Foto Humas Polres Mabar.)
 
 
 
REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO-  Desa Golo Riwu, kecamatan Kuwus Barat, kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, terancam terisolir akibat  bencana tanah longsor. Material longsor tersebut menutupi badan jalan, sehingga akses transportasi warga di desa yang menghubungkan Hawe, Compang Kules dan Golo Riwu tepatnya di Wae Kea, Kecamatan Kuwus Barat terjadi pada, Kamis (28/03/2024) sore sekira pukul 15.00 Wita, lumpuh total.
 
Tanah longsor ini disebabkan  Intensitas hujan yang tinggi, yang terus mengguyur daerah itu sejak sepekan terakhir. Material longsor menutupi ruas jalan sepanjang kurang lebih 30 meter.
 
Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun musibah tersebut membuat perekonomian ratusan warga di Desa Golo Riwu terhambat, bahkan nasib warga kini terancam terisolir.
 
 
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M, melalui Kapolsek Kuwus, Ipda Arsilinus Lentar, dilansir melalui laman humas Polres Mabar mengatakan, anggota kepolisian dari Polsek Kuwus, bersama unsur pemerintah kecamatan dengan dibantu  warga bahu membahu membersihkan material longsor.

"Hari ini anggota bersama warga setempat membersihkan material longsor yang menutupi jalan agar kembali bisa dilalui masyarakat. Aggota bersama warga tidak mau menunggu lama adanya bantuan alat berat dalam pembersihan puing-puing itu, dan memilih untuk mengerjakan yang bisa diangkat," kata Kapolsek Kuwus, Ipda Arsilinus Lentar.

Dengan penuh semangat dan kekompakan, petugas dan warga bahu-membahu mengangkat material longsor, seperti batu, lumpur, dan pepohonan yang menutupi jalan.
 
Baca Juga: Komisi IX DPR Tegaskan Harus Ada Perlakuan Khusus Peserta yang Enggan Bayar Tunggakan JKN dan tidak Mampu Bayar BPJS

Ipda Arsilinus mengatakan, jika menunggu alat berat, pekerjaannya akan sangat lama. Warga dan anggota katanya, memilih untuk untuk bekerja tanpa meninggu alat berat.
Mereka membersihkan material sebisa yang mereka mampu, agar membuka akses jalan sementara desa itu.
 
jika hal ini tak segera ditangani Ipda Arsilinus, dikhawatirkan pasokan makanan ke Desa Golo Riwu akan terganggu. Bencana ini juga menyebabkannya kerusakan berat pada pipa distribusi air minum bersih menuju desa tersebut.

Pihaknya bersama unsur kecamatan juga membangun komunikasi kepada pemerintah daerah agar menurunkan alat berat dalam pembersihan material longsor itu.
 
Baca Juga: Sahroni Tegas Minta Kepolisian Tangkap Ormas yang Bergaya Preman

"Pasokan sembilan bahan pokok, air minum, bahan bakar dan lainnya menuju Desa Golo Riwu itu harus melewati jalan ini. Ini jalan satu-satunya, kami sedang berusaha agar pengerjaan ini bisa segera selesai sambil menunggu bantuan alat berat dari pemerintah daerah," ucapnya.
 
Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor  Ipda Arsilinus menghimbau agar selalu waspada dan memantau kondisi lingkungan sekitar.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X