hukum-kriminal

"Jika Mimpi Saya Jadi Anggota Polri Terkubur Saya Siap", Kisah Casis Bintara Polri yang Mendapat Penghargaan dari Kapolri

Sabtu, 18 Mei 2024 | 06:36 WIB
Satrio Mukhti sedihdan haru saat bersama orang tuanya mendengar kabar atas penghargaan dari Kapolri. (Foto tangkapan layar YouTube)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Salah seorang calon anggota Bintara Polri yang menjadi korban begal beberapa waktu lalu akhirnya mendapat penghargaan dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
 
Ia menjadi korban begal di Kebun Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar),
 
Calon siswa itu bernama Satrio Mukhti (18), Ia secara khusus direkrut oleh Jenderal Sigit untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.
 
 Baca Juga: Melalui TikTok, Modus Pelaku Rekrut Para Korban Bekerja di Australia, WNA Ini Ditangkap Polda NTT  
 
Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024) mengatakan, Kapolri sangat prihatin atas peristiwa yang dialami oleh Satrio, hingga membuat Kapolri bangga karena kata dia, Satrio dengan berani melawan para komplotan begal tersebut.
 
Atas keberanian dan niatnya, Ia akhirnya mendapat penghargaan diterima sebagai anggota Polri.
 
Kisah Satrio Dibegal 
 
Kisah Satrio Mukhti dibegal dan  berduel melawan pelaku bersenjata golok sempat heboh dikalangan casis saat itu.

Insiden yang dialaminya di Jalan Arjuna, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu, kisah Satrio awalnya dirinya tidak mengehathu jika para komplotan begal itu membawa sajam, sehingga duel pun terjadi saat itu satu lawan satu.
 
Ia dihadang saat dalam perjalanannya  mengikuti tes psikotes bintara Polri di SMK Media Informatika Pasanggrahan, Jakarta Selatan.
 
 Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Daerah Persiapkan Rekrut Pengawas Pemilu Desa dan Kelurahan
 
Para pelaku tiga orang, dalam perkelahian itu, Satrio mengalami luka yang cukup serius seperti  jari kelingkingnya hampir putus.
 
“Pertama pas dibacok saya nggak merasa tangan saya kena, karena saya merasa nangkisnya pegangan goloknya. Dua kali dibacok, tangan dan kaki, alhamdulillah saya pakai helm jadi kepala nggak kena,” ujar Satrio.

Akibat pembegalan ini, Satrio mengalami luka parah di tangan. Jari kelingkingnya hampir putus karena menangkis golok.
 
Baca Juga: Grebek Gudang, Polisi Temukan Puluhan Ribu Benih Lobster Ilegal yang Diselundupkan

“Kalau luka yang parah tangan, kaki juga cukup parah. Tulang kelingkingnya putus, tapi masih nyantel, pas operasi saya masih pegang jari saya,” ucap Satrio.

Satrio akhirnya terjatuh. Sementara para pelaku berhasil membawa kabur motor dan ponsel miliknya.

Dengan kejadian yang dialaminya, Satrio berharap masih bisa mengikuti rangkaian tes bintara Polri. Satrio mengaku telah dua kali mengikuti tes bintara Polri. Menurut dia, menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil.
 
Baca Juga: Kepolisian Ungkap Kronologi Aksi Pencurian di Alak Kupang, Saat Korban Doa Rosario di Rumah Tetangga 
 
"Dengan kejadian ini, jika mimpi saya harus terkubur saya ikhlas. Tapi kalau dengan kejadian ini saya bisa jadi anggota Polri, saya siap," tegas Satrio, dilansir Polres Tanjung Balai.

Tags

Terkini