Ia menjelaskan, taruwan disebabkan oleh euforia berlebihan antara kedua bela pihak pada Senin malam.
"Tindakan ini memicu kemarahan pemuda Kelurahan Postoh yang merasa tersinggung, sehingga terjadilah keributan antara kedua belah pihak," ujarnya.
Baca Juga: Orang Tua Calon Taruna Akpol Dihimbau Waspadai Penipuan Modus Kuota Susulan
Pada pukul 20.40 WITA, situasi pun semakin memanas.
Kedua kelompok pemuda saling melempar batu.
Warga Kelurahan Amagarapati yang berada tepat diantara perbatasan kedua kelurahan Postoh dan Ekasapta pun menjadi sasaran.
Baca Juga: Polemik Tunjangan Profesi Guru di Flores Timur, Ketua PGRI: Jangan Main- main dengan Guru
Ariasandy juga menambahkan, saat Kapolres Flotim bersama personilnya hendak mengamankan situasi, massa melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah personel dan mobil dinas Polres Flotim
Tindakan tegas pun diambil dengan menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan, yang akhirnya berhasil membubarkan massa.l
"Dalam perjalanan menuju ke kantor,
pukul 22.30 WITA, persis di Kelurahan Amagarapati anggota patroli dilempari batu," demikian dikatakan Kabid Humas Polda NTT.
Baca Juga: TBM Palo Porong di Flores Timur Siap Sambut Duta Baca Indonesia
Akibatnya, Bripda M mengalami luka di kepala dan memerlukan lima jahitan.
"Tembakan gas air mata dan tembakan peringatan dilakukan oleh aparat keamanan, karena melihat ada perlawanan dari massa," katanya.
Kapolres Flotim kata Kombes Pol Ariasandy akhirnya melakukan negosiasi dengan masyarakat setempat.