Baca Juga: Kebangkitan Ajaib Everton: Bagaimana Rekor 19 Laga Tak Terkalahkan Palace Berakhir
“Yang ingin saya sampaikan melalui mural ini adalah bahwa kita semua bersama-sama dalam hal ini. Memiliki platform seperti ini untuk menyampaikan pesan tersebut adalah sebuah keistimewaan,” ujar Cvijanovic.
Gereja St. Patrick, yang dijuluki "gereja paroki Amerika", melayani sekitar 2,5 juta umat Katolik Keuskupan Agung New York dan menerima sekitar 5 juta pengunjung tiap tahun.
What's So Funny about Peace, Love, and Understanding merupakan karya seni permanen terbesar yang dipesan katedral ini dalam 146 tahun sejarahnya, dengan Suzanne Geiss sebagai kurator proyek.
Baca Juga: Irjen TNI Hersan Pimpin Ziarah Nasional Peringati HUT ke-80 TNI di TMP Kalibata
Mural ini mengambil inspirasi dari penampakan Perawan Maria di Knock, Irlandia, pada 1879, serta menampilkan imigran Irlandia dan komunitas multikultural New York.
Tokoh-tokoh penting dari sejarah Katolik dan sosial Amerika, termasuk Uskup Agung John Hughes, Dorothy Day, Pierre Toussaint, Santo Kateri Tekakwitha, dan Al Smith, juga hadir dalam mural.
Selain itu, Cvijanovic menampilkan petugas tanggap darurat modern sebagai penghormatan atas pengabdian mereka, termasuk pengalaman mereka saat tragedi 11 September.
Baca Juga: Prabowo Gugat Budaya Senioritas di TNI: Pemimpin Harus Teruji, Bukan Sekedar Pangkat
Artikel Terkait
Tepuk Sakinah: Dari Ijab Kabul ke Viral, Kini Cinta Bisa Ditepuk- tepuk
Hati-hati! Emas UBS Palsu Bisa Terselubung Bahkan dengan QR Resmi
PM Georgia Kobakhidze Gencarkan Tindakan Keras, Oposisi Tuding Pemerintah Pro-Rusia
Kebangkitan Ajaib Everton: Bagaimana Rekor 19 Laga Tak Terkalahkan Palace Berakhir
Langit Norwegia yang Mengintai, Ketika Drone Membuat Eropa Tak Nyaman