Gaya representasional dipilih untuk menekankan kemanusiaan dan keterhubungan antar tokoh.
Cvijanovic memadukan pengaruh John Singer Sargent, sutradara John Ford, dan seni Bizantium untuk menghadirkan kesan monumental, namun tetap bersifat "Amerika" dibandingkan tradisi Eropa.
Dalam peresmian mural, Kardinal Timothy Dolan menegaskan pesan yang ingin disampaikan: “Beberapa orang bertanya kepada saya, apakah Anda mencoba membuat pernyataan tentang imigrasi? Tentu saja, oke? Yaitu, bahwa imigran adalah anak-anak Tuhan.”
Baca Juga: Kutukan Mandalika Kembali Menghantui Marquez: Cedera Lama Bangkit, Finis Lagi Gagal
“Kita semua bersama-sama dalam hal ini. Suka atau tidak, kemanusiaan yang sama berarti kemanusiaan yang sama. Ini tidak hanya berlaku untuk siapa yang cocok denganmu," Cvijanovic menambahkan.
Mural ini kini menjadi simbol keberagaman, solidaritas, dan iman di tengah dinamika sosial-politik New York yang kompleks, sekaligus memperkuat posisi Katedral St. Patrick sebagai ikon budaya dan spiritual kota.
Artikel Terkait
Tepuk Sakinah: Dari Ijab Kabul ke Viral, Kini Cinta Bisa Ditepuk- tepuk
Hati-hati! Emas UBS Palsu Bisa Terselubung Bahkan dengan QR Resmi
PM Georgia Kobakhidze Gencarkan Tindakan Keras, Oposisi Tuding Pemerintah Pro-Rusia
Kebangkitan Ajaib Everton: Bagaimana Rekor 19 Laga Tak Terkalahkan Palace Berakhir
Langit Norwegia yang Mengintai, Ketika Drone Membuat Eropa Tak Nyaman