Mural Baru di Katedral St. Patrick, New York, Rayakan Imigran dan Empati di Tengah Kontroversi Politik

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 23:40 WIB
Inilah Mural Baru di Katedral St. Patrick, New York. (Foto tangkapan layar Youtube  @ CBSNewYork)
Inilah Mural Baru di Katedral St. Patrick, New York. (Foto tangkapan layar Youtube @ CBSNewYork)

 
Gaya representasional dipilih untuk menekankan kemanusiaan dan keterhubungan antar tokoh.

 

Cvijanovic memadukan pengaruh John Singer Sargent, sutradara John Ford, dan seni Bizantium untuk menghadirkan kesan monumental, namun tetap bersifat "Amerika" dibandingkan tradisi Eropa.


Dalam peresmian mural, Kardinal Timothy Dolan menegaskan pesan yang ingin disampaikan: “Beberapa orang bertanya kepada saya, apakah Anda mencoba membuat pernyataan tentang imigrasi? Tentu saja, oke? Yaitu, bahwa imigran adalah anak-anak Tuhan.”

 

 

Baca Juga: Kutukan Mandalika Kembali Menghantui Marquez: Cedera Lama Bangkit, Finis Lagi Gagal

 

“Kita semua bersama-sama dalam hal ini. Suka atau tidak, kemanusiaan yang sama berarti kemanusiaan yang sama. Ini tidak hanya berlaku untuk siapa yang cocok denganmu," Cvijanovic menambahkan.

 


Mural ini kini menjadi simbol keberagaman, solidaritas, dan iman di tengah dinamika sosial-politik New York yang kompleks, sekaligus memperkuat posisi Katedral St. Patrick sebagai ikon budaya dan spiritual kota.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X