REPORTASENTT.COM, WASHINGTON, D.C. - Hubungan dekat antara Elon Musk dan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu dan pembantu Trump. Hal ini disampaikan oleh sejarawan Yale sekaligus penulis buku terlaris, Timothy Snyder, dalam wawancaranya dengan The Guardian.
“Musk adalah tokoh besar dalam dunia uang, sedangkan Trump adalah tokoh kecil dalam hal itu,” ujar Snyder.
“Musk adalah tokoh besar dalam dunia uang, sedangkan Trump adalah tokoh kecil dalam hal itu,” ujar Snyder.
Yale menambahkan, jika berteman dengan Trump, pengaruh Musk adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Baca Juga: Keputusan Bersejarah Presiden Prabowo: Langkah Berani Menuju Swasembada Pangan Nasional!
Sebagai pemilik Tesla, SpaceX, dan X (sebelumnya Twitter), Musk disebut-sebut mengalirkan dana jutaan dolar untuk mendukung kampanye Trump.
Sebagai pemilik Tesla, SpaceX, dan X (sebelumnya Twitter), Musk disebut-sebut mengalirkan dana jutaan dolar untuk mendukung kampanye Trump.
Snyder bahkan mengklaim bahwa Musk berpotensi membiayai seluruh kebutuhan kampanye Trump, menjadikan Trump lebih tergantung secara finansial pada Musk.
“Musk memiliki sumber daya luar biasa yang dapat mengubah dinamika kekuasaan, termasuk di dalam Gedung Putih,” tambah Snyder.
“Musk memiliki sumber daya luar biasa yang dapat mengubah dinamika kekuasaan, termasuk di dalam Gedung Putih,” tambah Snyder.
Baca Juga: KDRT Kembali Terjadi di Sukabumi, Simak Kronologi Kejadian yang Mengejutkan!
Sejak kemenangan Trump pada November, Musk dilaporkan selalu mendampingi presiden terpilih, bahkan diberi jabatan dalam "Departemen Efisiensi Pemerintah" untuk membantu merealisasikan janji kampanye Trump dalam memotong anggaran federal.
Salah satu fokus utama Snyder adalah implikasi hubungan ini terhadap kebijakan luar negeri AS, terutama terkait Ukraina.
Sejak kemenangan Trump pada November, Musk dilaporkan selalu mendampingi presiden terpilih, bahkan diberi jabatan dalam "Departemen Efisiensi Pemerintah" untuk membantu merealisasikan janji kampanye Trump dalam memotong anggaran federal.
Salah satu fokus utama Snyder adalah implikasi hubungan ini terhadap kebijakan luar negeri AS, terutama terkait Ukraina.
Trump telah berjanji untuk mengevaluasi kembali dukungan Amerika terhadap Ukraina, sebuah langkah yang dipandang Snyder sebagai keuntungan besar bagi Rusia.
Baca Juga: Di Polres Bima Kota: Anggota Dituduh Bandar Narkoba, Kapolres Tantang Buktikan!
“Keterlibatan Musk dalam pemerintahan Trump dapat memperkuat pengaruh luar, termasuk Rusia, dalam kebijakan AS,” kata Snyder, merujuk pada sejarah panjang Trump yang penuh kontroversi terkait Rusia.
Snyder juga menciptakan istilah "Muskotrumpovia" untuk menggambarkan hubungan simbiosis ini.
“Keterlibatan Musk dalam pemerintahan Trump dapat memperkuat pengaruh luar, termasuk Rusia, dalam kebijakan AS,” kata Snyder, merujuk pada sejarah panjang Trump yang penuh kontroversi terkait Rusia.
Snyder juga menciptakan istilah "Muskotrumpovia" untuk menggambarkan hubungan simbiosis ini.
Menurutnya, dinamika tersebut mengingatkan pada era 1990-an di Rusia ketika presiden Boris Yeltsin dikelilingi oleh oligarki muda yang ambisius.
Baca Juga: Aksi Penyelamatan di Laut Ampenan: SAR Brimob dan Warga Selamatkan 5 Nelayan dari Perahu Terbalik
“Amerika kini menghadapi skenario serupa, dengan Trump sebagai figur utama yang bergantung pada Musk untuk dukungan finansial dan strategi,” pungkas Snyder.
Hubungan antara Musk dan Trump menyoroti tantangan baru bagi politik Amerika, yang tidak hanya mencakup pengaruh kekayaan individu tetapi juga implikasinya pada kebijakan domestik dan internasional.
“Amerika kini menghadapi skenario serupa, dengan Trump sebagai figur utama yang bergantung pada Musk untuk dukungan finansial dan strategi,” pungkas Snyder.
Hubungan antara Musk dan Trump menyoroti tantangan baru bagi politik Amerika, yang tidak hanya mencakup pengaruh kekayaan individu tetapi juga implikasinya pada kebijakan domestik dan internasional.
Di tengah perselisihan internal Partai Republik dan tekanan global, masa depan pemerintahan Trump akan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kedekatan ini berkembang.