REPORTASENTT.COM- Surga bawah laut Raja Ampat yang selama ini dipuja wisatawan dunia kini berada di ujung tanduk.
Bukan karena tsunami, bukan karena peran, tetapi karena ulah manusia sendiri.
Benny Wenda, tokoh kemerdekaan Papua Barat yang kini tinggal di pengasingan di Inggris, menyebut aktivitas tambang nikel di Raja Ampat sebagai ancaman nyata bagi kehidupan, budaya, dan keberlangsungan ekosistem Papua.
Baca Juga: Pengundian Piala Dunia U-17 Wanita 2025 Digelar di Maroko, Ini Pembagian Pot dan Jadwalnya
"Raja Ampat kini berubah. Dari surga jadi sarang pencuri. Dari lautan damai jadi lautan darah," ujar Wenda dalam unggahan pedasnya di Facebook.
Raja Ampat, Primadona Dunia, Kini Terancam Punah
Siapa yang tak kenal Raja Ampat? Gugusan 1.500 pulau kecil, atol, dan terumbu karang itu disebut-sebut sebagai lokasi dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.
Spot menyelam yang dikagumi Jacques Cousteau hingga para selebritas dunia.
Namun kini, di balik birunya laut dan indahnya karang, tersembunyi tangis dan jeritan masyarakat adat Papua.
Baca Juga: Isu Kapolri Dicopot, Istana Buka Suara: Jenderal Listyo Masih Aktif, Bareng Presiden di Kalbar
"Tuhan sudah menciptakan surga di Raja Ampat. Lalu kenapa kita rusak?" tanya Wenda dalam unggahan emosionalnya.
Menurut Wenda, tambang nikel yang masuk ke kawasan Raja Ampat adalah bentuk nyata dari kolonialisme modern.
"Surga yang tersembunyi itu kini terancam oleh kesesatan manusia yang tak peduli dengan alam," tulisnya lagi.
Baca Juga: Menkes Budi Lawan PB IDI di MK! Bongkar Alasan Tolak Gugatan UU Kesehatan 2023
Tambang Nikel dan Luka Kolektif
Artikel Terkait
Bak Adegan Film! Pelaku Pecah Kaca Mobil Dikejar Polisi di Labuan Bajo, Kabur Pakai Motor Rental
Menkes Budi Lawan PB IDI di MK! Bongkar Alasan Tolak Gugatan UU Kesehatan 2023
Vidi Aldiano Dituntut Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution, Rumah Terancam Disita Gegara Nuansa Bening!
Isu Kapolri Dicopot, Istana Buka Suara: Jenderal Listyo Masih Aktif, Bareng Presiden di Kalbar
Pengundian Piala Dunia U-17 Wanita 2025 Digelar di Maroko, Ini Pembagian Pot dan Jadwalnya