Puan Maharani Desak Pemerintah Tanggap Banjir Bali: Ini Ujian Kapasitas Negara

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 12 September 2025 | 18:51 WIB
Puan Maharani. (Foto Intagram @puanmaharaniri)
Puan Maharani. (Foto Intagram @puanmaharaniri)





REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah pusat dan daerah segera bergerak cepat menangani banjir besar yang melanda Bali.
 
 
 
 
Menurut Puan, bencana ini bukan sekadar urusan darurat alam, melainkan juga ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat.
 
 
 


“Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi,” ujar Puan dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat, 12 September 2025.
 
 
 
 
 
 


Puan menekankan, penanganan pascabanjir harus dilakukan menyeluruh.
 
 
 
 
Mulai dari distribusi obat-obatan, makanan siap saji, hingga perlengkapan bagi anak, bayi, dan lansia.
 
 
 
 
Ia menilai pendataan akurat dan transparan terhadap korban jiwa, kerugan material, serta jumlah pengungsi wajib segera dilakukan agar bantuan tidak salah sasaran.
 
 
 
 
 
 
 

Politikus PDI-P itu juga mengingatkan pentingnya pemulihan infrastruktur vital.
 
 
 
 
Jalan utama, jembatan, drainase, hingga pasar tradisional yang lumpuh akibat banjir harus segera diperbaiki.
 
 
 
Namun, ia menegaskan, penanganan tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik semata.
 
 
 
 
 


“Jangan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kecil, para pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM mendapatkan dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk,” kata Puan.
 


Seperti diketahui, banjir besar melanda sebagian wilayah Bali sejak Kamis, 11 September 2025.
 
 
 
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 14 orang meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X