Portugis Dianggap Tak Populer, Anggota Komisi X DPR RI Dorong Bahasa Mandarin Masuk Sekolah

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 22:51 WIB
Bendera Indonesia dan Portugal berkibar berdampingan, melambangkan hubungan diplomatik kedua negara yang tengah hangat dibicarakan publik.
Bendera Indonesia dan Portugal berkibar berdampingan, melambangkan hubungan diplomatik kedua negara yang tengah hangat dibicarakan publik.



REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menilai rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memasukkan bahasa Portugis dalam kurikulum sekolah terlalu tergesa-gesa.

 

 

 

Ia menilai langkah itu tidak relevan dengan kebutuhan global karena bahasa Portugis tidak banyak digunakan dalam pergaulan internasional.

 



Menurut Bonnie, pernyataan Presiden Prabowo yang disampaikan saat menjamu Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Negara pada Kamis, 23 Oktober 2025, kemungkinan besar hanyalah bentuk gestur diplomatik.

 

 

 

 

Baca Juga: Kejari Sikka Eksekusi Dua Terpidana Kasus Korupsi Proyek Turap Kali Aeliba

 



“Bahasa Portugis itu bukan bahasa pergaulan internasional. Bukan pula bahasa ilmu pengetahuan yang umum digunakan di dunia akademik. Mungkin Presiden hanya sedang meng-entertain Presiden Lula sebagai bagian dari diplomasi,” kata Bonnie dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, Sabtu, 25 Oktober 2025.

 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X