Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi tidak akan bermakna tanpa jaminan keamanan bagi masyarakat.
“Bandara, rute, dan pesawat baru tidak ada artinya jika rasa aman rakyat tidak terjamin,” tegasnya.
Mori juga menyampaikan empati kepada keluarga penumpang dan berharap pesawat segera ditemukan.
Baca Juga: Rumah Lenyap Diterjang Banjir, Warga Aceh Tengah Bangun Tenda di Kuburan
“Kami mendoakan keluarga penumpang diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga pesawat segera ditemukan dan seluruh penumpang selamat,” ujarnya.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut tiga penumpang dan tujuh kru.
Saat hilang kontak, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Baca Juga: Ramai Laporan ke Polisi soal Lawakan Pandji, Mahfud MD Ungkap Syarat Penodaan Agama Menurut UU
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pencarian difokuskan di kawasan Gunung Bulusaraung berdasarkan data awal yang diterima tim SAR. Sejumlah temuan warga berupa puing dan kertas telah dikumpulkan.
“Upaya menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya pesawat masih terus dilakukan,” ujar Arif.
Artikel Terkait
Pesawat ATR IAT Hilang Kontak di Maros, Puing Ditemukan di Gunung Bulusaraung
Remaja Tenggelam di Air Terjun Tiwu Manggarai Dinyatakan Hilang, Operasi SAR Ditutup
Di Tengah Kelas yang Terendam Banjir, Guru Matematika di Serang Tetap Datang untuk Mengajar
Terbawa Arus Saat Memancing, 3 Nelayan Flores Timur Berhasil Diselamatkan
Kontak ATR IAT Hilang di Maros, Komisi V DPR Soroti Usia Pesawat 26 Tahun