REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Komisi V DPR RI menyoroti insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan.
Dikatakannya, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan tebal. Kata dia, titik jatuh berada di area pegunungan yang menjadi hambatan alami.
DPR menyerahkan sepenuhnya penyelidikan teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Baca Juga: Trump Tarik Ancaman Perang Dagang Eropa, Klaim Negosiasi Greenland Berjalan
Dikatakannya, investigasi harus menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Kata dia, KNKT harus mendalami sesuai kewenangan.
Dalam rapat kerja dengan Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, Kepala BNPP/Basarnas, dan Korlantas Polri, kata dia, fokus utama adalah evaluasi layanan transportasi saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dikatakannya, pihaknya menerima informasi pesawat mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya.
Baca Juga: Liverpool Bungkam Marseille di Velodrome, Langsung Melaju ke 16 Besar Eropa
Kata dia, beberapa data awal sudah dikumpulkan dan menjadi perhatian serius karena menarik sorotan internasional.
Selain kerusakan mesin, Lasarus menyoroti keanehan rute sebelum pesawat hilang kontak. Dikatakannya, pesawat berbelok dari jalur semestinya, tetapi hal itu harus dibuktikan dengan data teknis.
Artikel Terkait
Sabung Ayam di Pasar Oebobo Dibubarkan Polisi, Satu Ayam Diamankan
Tanpa Helm dan Oleng di Jalan Timor Raya Kota Kupang, Pengendara Ini Diamankan Polisi
Ile Lewotolok Level III, Polisi Pantau Ketat Jalur dan Aktivitas Warga
Liverpool Bungkam Marseille di Velodrome, Langsung Melaju ke 16 Besar Eropa
Trump Tarik Ancaman Perang Dagang Eropa, Klaim Negosiasi Greenland Berjalan