“Kami telah melakukan penelusuran dan memastikan peristiwa ini tidak berasal dari SPPG milik BGN. Kegiatan tersebut merupakan kenduri masyarakat dengan konsumsi dari katering yang dipesan secara mandiri,” kata Reza di Purworejo, Selasa (17/2).
Baca Juga: Dari Sampah Sachet ke Dinding Pabrik: Eksperimen Content creator Jerhemy Owen dan Jejak Bisnis Papan Daur Ulang
Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menerima informasi yang beredar sebelum ada kepastian dari pihak berwenang.
Menurut dia, klarifikasi diperlukan agar pemberitaan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Badan Gizi Nasional melalui Biro Hukum dan Humas juga menyampaikan dukungan terhadap proses investigasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo untuk memastikan penyebab kejadian secara ilmiah dan terbuka.
Dari hasil penelusuran awal tersebut, Badan Gizi Nasional menyimpulkan insiden keracunan massal di Desa Trirejo tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi (MBG), melainkan berasal dari konsumsi makanan katering dalam acara kenduri yang diselenggarakan masyarakat secara mandiri.
Artikel Terkait
Penyisiran Intensif Hari Kedua: Kronologi Lengkap Penemuan Mateus Rohi di Perairan Wuring
Kontroversi Wakaf Al-Qur’an, Taqy Malik dan Randy Permana Bersilang Data Soal Harga Mushaf
Anak-anak Belajar di Bawah Tenda: Mengurai Fakta Robohnya SMPN 48 Sa Ate Gaikiu Kabupaten Sikka
Jaga Stabilitas Harga Menjelang Puasa, Polresta Kupang Kota Bersama Instansi Terkait Gelar Sidak
Anak di Bawah Umur Diduga Curi Mesin Mebel di Oebufu, Kasus Diselesaikan Secara Restoratif