Indonesia Berada di Garda Terdepan dalam Bertransisi Menuju Ekonomi Hijau 

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 7 Maret 2024 | 15:19 WIB
Sri Mulyani,  Menteri Keuangan Republik Indonesia.  (kemenkeu.go.id)
Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia. (kemenkeu.go.id)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Indonesia berada di garda terdepan dalam bertransisi menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan, terlebih Indonesia punya kekayaan alam amat besar berupa daratan serta lautan.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Seminar LPEM FEB-UI bertajuk Sustainable Finance Agenda and the Development Green and Blue Economy in Asia yang diselenggarakan di Jakarta pada, Selasa (5/3/2024).

Salah satu aspek utama dalam pengembangan ekonomi hijau dan biru kata Sri Mulyani adalah pembiayaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Sesepuh Prajurit Cakra Hadir pada Peringatan 63 Tahun Pengabdian Kostrad

"Peran pembiayaan berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi hijau dan biru menjadi sangat-sangat penting," ujarnya, dilansir melalui website resmi KementerianKeuangan RI.

Seminar itu sendiri merupakan hasil kerja sama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dengan Asian Development Bank (ADB) Institute serta Graduate School of Public Policy (GraSPP) University of Tokyo.

Berbagai komitmen pemerintah Indonesia menuju ekonomi berkelanjutan pun dipaparkan Menkeu Sri Mulyani, antara lain diwujudkan melalui Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target pengurangan emisi CO2 hingga 31,89 persen pada tahun 2030.

Baca Juga: King Saudi University Buka Peluang kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia

Sejalan dengan upaya tersebut, Indonesia juga memiliki Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 untuk mencapai net zero emission di tahun 2060.

Guna mewujudkan komitmen tersebut, pemerintah menginisiasi pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) sebagai pengelola Indonesia Environment Fund dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai ETM country platform manager.

Beberapa waktu lalu juga diluncurkan Bursa Karbon Indonesia sebagai upaya mengurangi emisi karbon di level nasional bahkan global.

Baca Juga: Satuan Cyber Ditingkat Polres Segera Dibentuk, Puslitbang Polri Laksanakan FGD di Polresta Kupang Kota

Selain itu, Menkeu Sri Mulyani menyebut bahwa APBN juga terus diarahkan untuk mendukung transisi ekonomi hijau dan biru.

Di Kementerian Keuangan kata Menteri, juga melakukan penyesuaian anggaran dengan mengidentifikasi secara jelas bagian mana dari anggaran kami yang mendukung transisi hijau atau biru tersebut. 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X