Menkomdigi, Peran Pers Tak Hanya Memberi Berita, tetapi juga Membentuk Opini Publik

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 10 Februari 2025 | 08:48 WIB
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital. (Foto tangkapan layar instagram Meutya Hafid)
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital. (Foto tangkapan layar instagram Meutya Hafid)
 
 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTAPers bukan sekadar pemberi berita, tetapi juga pembentuk opini publik. Oleh karena itu, jurnalisme yang bertanggung jawab harus tetap dijaga.

Demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melalui akun media sosial pribadinya dalam rangka menyambut perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Pekanbaru, Riau, pada Minggu (9/2/2025).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan, pers harus tetap menjadi penjaga demokrasi di tengah tantangan zaman.
 
Baca Juga: Paus Fransiskus dalam Misa Yubileum Angkatan Bersenjata: Keberanian Bukan Sekadar Menghadapi Bahaya

“Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2025. Hari ini kita merayakan keberanian, integritas, dan semangat juang insan pers Indonesia. Di tengah gejolak zaman, pers harus tetap menjadi penjaga demokrasi bagi seluruh masyarakat,” ujar Meutya Hafid.

Menkomdigi menekankan bahwa pers tidak hanya berperan sebagai saksi sejarah, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.

Ia juga mengingatkan agar media tetap menjadi sumber informasi yang jernih dan kredibel bagi publik yang haus akan kebenaran.
 
Baca Juga: Forum Jurnalis Lembata Peringati HPN 2025 dengan Bakti Sosial, Soroti Masalah Sampah

Pemerintah, dikatakannya, berkomitmen untuk melindungi ekosistem pers nasional agar tetap sehat di tengah dominasi platform digital. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Hak Penerbit atau Publisher Rights.

“Pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem pers tetap sehat dan berdaya saing. Perpres Publisher Rights adalah langkah maju dalam melindungi jurnalisme profesional dari dominasi platform digital,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, mengakui bahwa kondisi pers nasional saat ini sedang menghadapi tantangan internal.
 
Baca Juga: Maling AC di Mataram, Pria Ini Bikin Netizen 'Panas Dingin'!

Ia pun menyoroti perpecahan dalam tubuh PWI yang menyebabkan peringatan HPN tahun ini digelar di beberapa lokasi berbeda, yaitu Pekanbaru, Banjarmasin, dan Solo.

“Tahun ini, perayaan HPN dirayakan dengan rasa prihatin. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini HPN tidak hanya digelar di Riau, tetapi juga di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta di Monumen Pers Nasional, Solo, Jawa Tengah. Perbedaan prinsip dalam penegakan integritas membuat PWI tidak dalam kondisi yang baik-baik saja,” ungkap Zulmansyah dari Pekanbaru.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers yang terdampak oleh situasi ini.
 
 
“Sejak PWI lahir pada 9 Februari 1946 dengan semangat heroik, ironisnya kali ini kita merayakan HPN dalam suasana yang penuh perbedaan,” tambahnya.

Acara puncak peringatan HPN 2025 di Riau turut dihadiri oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sasongko Tedjo, Ketua Dewan Penasehat PWI Ilham Bintang, serta para ketua PWI daerah lainnya. 

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X