Paus Fransiskus dalam Misa Yubileum Angkatan Bersenjata: Keberanian Bukan Sekadar Menghadapi Bahaya

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 10 Februari 2025 | 06:00 WIB
Misa di Lapangan Santo Petrus dalam rangka Peringatan Yubelium Angkatan Bersenjata, Kepolisian dan Personel Keamanan. (Foto VATIKAN News)
Misa di Lapangan Santo Petrus dalam rangka Peringatan Yubelium Angkatan Bersenjata, Kepolisian dan Personel Keamanan. (Foto VATIKAN News)

REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Dalam homilinya pada Misa Yubelium Angkatan Bersenjata, Kepolisian, dan Personel Keamanan yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus menyerukan kepada para anggota angkatan bersenjata untuk menjadi saksi yang berani akan kasih Tuhan.

Paus menekankan, berpaling kepada Kristus dalam doa yang terus- menerus merupakan sumber kekuatan dalam menjalankan tugas mereka.

Dalam refleksi atas Injil Santo Yohanes tentang tindakan Yesus di Danau Genesaret, Paus Fransiskus membagi pesan homilinya menjadi tiga aspek utama: melihat, naik ke atas kapal, dan duduk.

 Baca Juga: Forum Jurnalis Lembata Peringati HPN 2025 dengan Bakti Sosial, Soroti Masalah Sampah

Ia menggarisbawahi, Yesus melihat dengan penuh belas kasihan terhadap mereka yang mengalami kesulitan, menaiki perahu Simon untuk turut merasakan keputusasaan, serta duduk dan mengajar guna membawa harapan di tengah tantangan hidup.

Selama misa, Paus sempat meminta Uskup Agung Diego Ravelli untuk melanjutkan pembacaan homili karena mengalami kelelahan akibat pemulihan dari bronkitis.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi intensitas pesan yang ingin disampaikannya kepada para anggota angkatan bersenjata.

 Baca Juga: Maling AC di Mataram, Pria Ini Bikin Netizen 'Panas Dingin'!

Paus Fransiskus mengapresiasi dedikasi para anggota angkatan bersenjata dan kepolisian dalam menjaga keamanan, menegakkan keadilan, serta membela negara mereka.

Ia mengatakan, keberanian yang menjadi ciri khas mereka bukan hanya soal menghadapi bahaya, tetapi juga menaiki kapal yang diterjang badai untuk memastikan kapal tersebut tidak kandas.

Dalam pesannya, Paus mengajak mereka untuk menjadikan tugas mereka sebagai bentuk pelayanan kepada sesama, bukan sekadar kewajiban.

 Baca Juga: Anggaran Ketat, Kementerian PANRB Manuver Cerdas Hadapi Instruksi Presiden

Ia mengingatkan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat harus membawa ketertiban dan keadilan yang berlandaskan kasih dan persaudaraan.

Selain itu, Paus menyoroti peran penting para pendeta militer dalam mendampingi personel angkatan bersenjata.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X