Ia menyampaikan, tugas mereka bukanlah untuk membenarkan perang, melainkan menjadi kehadiran Kristus yang memberikan dukungan moral dan spiritual bagi mereka yang menjalankan tugasnya di lapangan.
Baca Juga: Usai Dipecat, Wenny ex Pegawai Timah Bongkar Adanya ‘Kasus’ yang Dilindungi KPK
"Mereka berada di tengah-tengah kalian sebagai kehadiran Kristus, yang ingin berjalan di samping kalian, menawarkan telinga yang mendengar dan hati yang berempati," ujar Paus.
Di akhir homilinya, Paus Fransiskus memberikan peringatan agar tidak terjebak dalam semangat perang dan propaganda yang menanamkan kebencian.
Paus juga mengajak agar senantiasa mempromosikan perdamaian dan persaudaraan, mengingatkan bahwa tujuan utama dari semua tugas dan pengorbanan adalah untuk menyelamatkan serta melindungi kehidupan.
"Jadilah saksi yang berani akan kasih Allah, yang menghendaki kita semua menjadi saudara dan saudari," tutup Paus Fransiskus.
Misa Yubelium ini dihadiri oleh berbagai otoritas militer, kepolisian, serta pendeta militer dari berbagai negara.
Artikel Terkait
Menteri Agama Harap Pers Indonesia Jadi Garda Terdepan dalam Edukasi dan Pencerahan Umat
Usai Dipecat, Wenny ex Pegawai Timah Bongkar Adanya ‘Kasus’ yang Dilindungi KPK
Anggaran Ketat, Kementerian PANRB Manuver Cerdas Hadapi Instruksi Presiden
Maling AC di Mataram, Pria Ini Bikin Netizen 'Panas Dingin'!
Forum Jurnalis Lembata Peringati HPN 2025 dengan Bakti Sosial, Soroti Masalah Sampah