REPORTASENTT.COM, ADONARA- Dalam keheningan yang menyelimuti Kapela Tuan Bediri, ribuan umat Katolik larut dalam suasana haru saat mengikuti tradisi tahunan ‘Cium Tuan’ di Desa Wure, Pulau Adonara, Flores Timur (Flotim), pada Rabu (16/4/2025).
Ritual ini adalah salah satu ziarah iman yang sarat akan makna tentang pengorbanan dan kasih Kristus, diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Wure.
Prosesi ini diawali dengan pendar cahaya lilin yang dinyalakan di depan pintu kapela sebagai simbol penghormatan.
Satu per satu, umat kemudian berjalan pelan memasuki kapela untuk mencium Patung Tuan Tido (Yesus yang telah wafat).
Patung ini diletakkan di atas alat menyerupai keranda, mengingatkan setiap peziarah akan tubuh Yesus yang terbaring dalam kesunyian makam.
Setelahnya, langkah kaki yang berlutut perlahan mendekati Patung Tuan Bediri, simbol kebangkitan dan pengharapan, menjadi bagian paling menggetarkan.
Baca Juga: Ribuan Peziarah Padati Kapel Tuhan Berdiri di Wure Jelang Prosesi Jumat Agung
Dalam suasana duka, umat yang mengenakan pakaian serba hitam berbaris hening, membawa doa dalam hati sambil menahan air mata.
Hening di dalam kapela hanya pecah oleh isak tangis yang tertahan dan bisikan doa yang lirih.
Dari anak- anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, semua merasakan suasana batin yang dalam dan penuh penghayatan.
Artikel Terkait
Tak Disangka, Korban Pelecehan Dokter Kandungan di Garut Ternyata Bukan Hanya Pasien
Polres Ende Siap Amankan Paskah, Operasi Semana Santa Turangga 2025 Resmi Digelar!
Ketua PN Jaksel Terseret Suap Rp60 Miliar, KY Turun Tangan
Ribuan Peziarah Padati Kapel Tuhan Berdiri di Wure Jelang Prosesi Jumat Agung
Angkutan Lebaran Rampung, PELNI Sukses Selenggarakan Program Tiket Gratis Kemenhub dan Mudik Gratis BUMN